Jurnalis Indonesia | Pendiri dan Pimpinan Redaksi Media JAWAPES

 

Jurnalis Indonesia

Profil Rizal Diansyah Soesanto, ST., CPLA

Rizal Diansyah Soesanto, ST., CPLA merupakan jurnalis Indonesia, pendiri sekaligus Pimpinan Redaksi Media JAWAPES yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade di dunia jurnalistik. Perjalanan profesionalnya dibangun melalui proses panjang, mulai dari aktivis organisasi, kontributor media massa, reporter, editor, redaktur, wakil pimpinan redaksi, hingga mendirikan dan memimpin perusahaan pers yang terus berkembang mengikuti dinamika industri media, regulasi pers, serta transformasi digital.

Baginya, jurnalistik bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, independen, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Awal Perjalanan Organisasi

Jiwa kepemimpinan Rizal mulai terbentuk sejak aktif sebagai pengurus OSIS SMP Negeri 12 Surabaya. Kepeduliannya terhadap kehidupan sosial semakin berkembang ketika aktif di Karang Taruna RW III Ngagel Tirto Surabaya.

Saat menempuh pendidikan di SMA Trimurti Surabaya, ia dipercaya sebagai pengurus OSIS, Ketua Pecinta Alam Akstrimpala Angkatan VIII, serta Ketua Klub Indonesia Hijau Wilayah Indonesia Timur. Aktivitas organisasi tersebut membentuk karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, serta kemampuan komunikasi yang kemudian menjadi bekal penting dalam dunia jurnalistik.

Mengawali Karier Jurnalistik

Tahun 1993 menjadi awal perjalanan jurnalistik Rizal Diansyah Soesanto. Saat masih duduk di bangku kelas II SMA, ia memulai karier sebagai kontributor Harian Sore Surabaya Post di bawah kepemimpinan almarhumah Toety Azis.

Surabaya Post dikenal sebagai salah satu media cetak dengan standar redaksi yang sangat ketat. Dari sekitar sepuluh berita yang dikirim, umumnya hanya satu atau dua berita yang dinyatakan layak terbit. Setiap berita yang dimuat memperoleh honor sebesar Rp25.000, nilai yang cukup besar pada masanya.

Proses tersebut menjadi sekolah jurnalistik yang membentuk kemampuan peliputan, wawancara, verifikasi fakta, penulisan berita, penyuntingan naskah, serta pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Atas dedikasi dan konsistensinya, pada tahun 1996 Rizal dipercaya menjadi Reporter Harian Sore Surabaya Post. Pengalaman tersebut semakin memperkuat kemampuannya dalam melakukan peliputan lapangan, investigasi, membangun jaringan narasumber, dan menyajikan berita yang akurat.

Perjalanan di Surabaya Post berakhir pada tahun 1999 seiring dinamika internal perusahaan, perubahan manajemen, serta wafatnya Toety Azis pada 6 April 1999.

Berkembang Menjadi Editor dan Redaktur

Masih pada tahun 1999, Rizal melanjutkan karier sebagai Editor Media Target. Pengalaman tersebut memperluas kemampuannya dalam penyuntingan berita, pengelolaan redaksi, dan pengambilan kebijakan editorial.

Berbekal pengalaman jurnalistik yang dimiliki, pada pertengahan tahun 2000 ia dipercaya menjadi dosen pengganti mata kuliah Ilmu Komunikasi di salah satu perguruan tinggi ketika dosen utama melanjutkan pendidikan magister.

Pada tahun 2002, ia sempat menekuni bidang jasa konstruksi sesuai latar belakang pendidikan Teknik Industri. Namun kecintaannya terhadap dunia jurnalistik tidak pernah padam.

Mendirikan Tabloid Suara Jatim

Kerinduan untuk kembali berkarya di dunia pers mendorong Rizal mendirikan CV Aldi Production pada 21 Oktober 2004 sekaligus menerbitkan Tabloid Suara Jatim. Dalam media tersebut ia menjabat sebagai Pimpinan Redaksi dan memimpin seluruh proses keredaksian hingga penerbitan.

Perjalanan Tabloid Suara Jatim hanya bertahan sekitar enam bulan. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang sangat berharga. Rizal menyadari bahwa kemampuan menulis berita saja belum cukup untuk membangun perusahaan pers. Diperlukan kemampuan manajerial, kebijakan redaksi, strategi bisnis media, pengelolaan sumber daya manusia, serta kepemimpinan redaksi yang kuat. Kesadaran tersebut mendorongnya terus belajar memperdalam tata kelola perusahaan pers.

Memperkuat Pengalaman di Berbagai Media

Pada tahun 2007, Rizal dipercaya sebagai Redaktur Koran DOR yang dipimpin almarhum Sahat Sitorus.

Setahun kemudian, pada tahun 2008, ia bergabung sebagai Redaktur Koran Teropong di bawah kepemimpinan Bakhtiar Sitorus.

Tahun 2009, Rizal bergabung dengan Tabloid LPK Nusantara Merdeka sebagai Kepala Biro Surabaya. Di media yang dipimpin H. Edy Rudyanto Tarigan, SH., CLPA., CPM., CPArb. tersebut, ia memperdalam manajemen perusahaan pers, layout surat kabar, administrasi media, strategi bisnis media, serta kepemimpinan redaksi.

Perjalanan kariernya terus berkembang. Pada tahun 2011, Rizal dipercaya menjabat sebagai Wakil Pimpinan Redaksi Tabloid LIRA News. Jabatan tersebut semakin memperkuat pengalaman kepemimpinannya dalam mengelola redaksi dan meningkatkan kualitas pemberitaan.

Mendirikan Media JAWAPES

Berbekal pengalaman sekitar dua dekade di dunia jurnalistik, pada tahun 2013 Rizal mendirikan Media JAWAPES sebagai media yang berkomitmen menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, independen, serta menjalankan fungsi informasi, edukasi, kontrol sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Seiring perkembangan regulasi perusahaan pers, badan hukum yang semula menggunakan CV Aldi Production kemudian disesuaikan menjadi PT Jawapes Indonesia Semesta melalui Akta Notaris Dani Mahendra Sukoco, SH., M.Kn. Nomor 5 tanggal 12 Oktober 2015.

Media JAWAPES kemudian tercantum dalam pendataan perusahaan pers Dewan Pers pada 15 Desember 2015. Selanjutnya perusahaan melakukan penyesuaian badan hukum melalui Akta Perubahan Anna Maria, SH., M.Kn. Nomor 7 tanggal 8 Juni 2017 untuk menyesuaikan ketentuan perusahaan pers, kemudian kembali melakukan perubahan melalui Akta Abdul Hamid, SH., M.Kn. Nomor 01 tanggal 27 Juli 2021 guna menyesuaikan klasifikasi KBLI sesuai regulasi pemerintah dan pengembangan perusahaan.

Meningkatkan Kompetensi Profesional

Sebagai bagian dari pengembangan kompetensi, pada 27 Juni 2022 Rizal mengikuti uji kompetensi profesi dan dinyatakan kompeten pada bidang Wartawan dengan kualifikasi Wartawan Utama melalui sertifikasi yang diterbitkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia atas nama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Baginya, peningkatan kompetensi merupakan proses pembelajaran yang harus terus dilakukan agar kualitas jurnalistik selalu berkembang mengikuti perubahan zaman.

Bidang Liputan Jurnalistik

Selama lebih dari tiga dekade berkarier, Rizal telah meliput berbagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Karier jurnalistiknya diawali dengan peliputan lingkungan hidup dan kondisi sosial masyarakat. Seiring perjalanan waktu, fokus liputannya berkembang pada bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan kebijakan pemerintah.

Dalam perjalanan sebagai jurnalis, ia juga aktif melakukan peliputan investigatif mengenai dugaan tindak pidana korupsi, transparansi anggaran, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta penegakan hukum.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian jurnalistiknya lebih banyak diarahkan pada bidang pendidikan, kebudayaan, pelestarian seni tradisi, kearifan lokal, dan pelestarian budaya warisan leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa.

Bidang Hukum Pers, Etika Pers, dan Regulasi Media

Selain aktif melakukan peliputan, Rizal juga menaruh perhatian besar pada penerapan hukum pers, etika pers, dan regulasi media.

Di bawah kepemimpinannya, penerapan Kode Etik Jurnalistik menjadi salah satu fondasi utama dalam setiap proses pemberitaan di Media JAWAPES. Ia secara konsisten membina wartawan agar memahami pentingnya akurasi, keberimbangan, independensi, verifikasi fakta, penghormatan terhadap hak jawab, serta hak koreksi sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan jurnalistik, diskusi redaksi, pembinaan internal, serta pendampingan kepada wartawan secara berkala. Selain membina wartawan Media JAWAPES, Rizal juga kerap memberikan pelatihan jurnalistik kepada wartawan dari berbagai media, organisasi kewartawanan, lembaga pendidikan, serta instansi pemerintah mengenai Kode Etik Jurnalistik, hukum pers, regulasi media, profesionalisme wartawan, dan tanggung jawab sosial pers.

Narasumber dan Pembina Wartawan

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik mengantarkan Rizal dipercaya menjadi narasumber pelatihan jurnalistik di berbagai SMA, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta instansi pemerintah, termasuk di lingkungan Polda Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Pada 15 Mei 2022, atas kontribusinya dalam memberikan pelatihan jurnalistik dan pembinaan kepada wartawan di Kabupaten Sampang, Madura, Rizal dipercaya menjadi Pembina Persatuan Wartawan Sampang.

Sejak Oktober 2022, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Komisi I Bidang Penegakan Etika Pers, Pengaduan, dan Peraturan pada Dewan Pengurus Pusat (DPP) sebuah organisasi profesi kewartawanan tingkat nasional. Dalam amanah tersebut, ia turut berkontribusi dalam pembinaan etika jurnalistik, penguatan profesionalisme wartawan, serta penanganan berbagai persoalan yang berkaitan dengan praktik jurnalistik.

Filosofi Jurnalistik

Bagi Rizal Diansyah Soesanto, menjadi wartawan bukan sekadar mampu menulis berita. Wartawan juga dituntut menjaga integritas, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, memahami hukum pers, menghormati fakta, serta membangun kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang akurat, berimbang, independen, dan bertanggung jawab.

Perjalanan dari seorang pelajar yang aktif berorganisasi, kontributor Harian Sore Surabaya Post, reporter, editor, redaktur, wakil pimpinan redaksi, pendiri Tabloid Suara Jatim, belajar dari kegagalan membangun perusahaan pers, hingga mendirikan dan memimpin Media JAWAPES menjadi bukti bahwa profesionalisme dibangun melalui proses belajar yang panjang, pengalaman, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang.

Baginya, pers yang kuat bukan hanya menghasilkan berita yang cepat, tetapi juga menjaga integritas, mengedepankan etika, mengawal kepentingan publik, serta ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui informasi yang dapat dipercaya.

"Berita yang baik bukanlah berita yang paling cepat diterbitkan, melainkan berita yang paling akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab setiap fakta yang ditulis dengan jujur akan menjadi bagian dari sejarah."

(Redaksi Jawapes)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan