5 Bulan Tanpa Aksi, BEM ITS 2026 Titik Bangkit atau Liang Lahat ?!


Jawapes Surabaya — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berperan dalam pergerakan mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan pengontrol sosial (social control) untuk mengawal kebijakan publik serta menyuarakan aspirasi rakyat.


Peran Utama BEM dalam Pergerakan: Mengkritisi dan mengawal kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Menjadi suara bagi masyarakat tertindas atau kelompok yang membutuhkan advokasi. 

Menolak segala bentuk penunggangan gerakan oleh kepentingan politik praktis agar tetap murni membela kepentingan rakyat.


Terhitung sejak pengumuman hasil Pemilu Kampus hingga detik ini, BEM ITS di bawah kepemimpinan Presiden BEM ITS 2026, Rakan Naufal Alief, seolah hilang ditelan bumi. Tidak ada konsolidasi, tidak ada pernyataan sikap, dan yang paling parah, tidak ada satupun denyut pergerakan yang bisa dirasakan oleh kami, mahasiswa ITS.


Kemenangan yang dirayakan dalam ruang-ruang pemilu kemarin rupanya hanya euforia sesaat yang berujung pada tidur panjang. Kepercayaan publik kampus runtuh, menyisakan kekecewaan mendalam atas eksekutif yang seharusnya menjadi garda terdepan perjuangan mahasiswa, namun kini justru terjebak dalam zona nyaman birokrasi dan rutinitas seremonial yang hampa substansi.


Padahal, janji-janji manis terkait agenda kajian strategis dan aksi massa sempat digembar-gemborkan ke ruang publik melalui pemberitaan harian Jawa Pos edisi Jumat, 28 Agustus 2026. Namun, peristiwa dan data yang sudah terpampang nyata di media tersebut ternyata hanya omong kosong, janji konsolidasi sebelum aksi yang diagungkan tidak kunjung tiba wujudnya, membuktikan bahwa narasi yang dibangun BEM ITS selama ini hanyalah pencitraan belaka demi meredam gejolak kritis mahasiswa.


Menurut Konsorsium KIRI ITS, "Janji manis yang diucapkan tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya, sudah 5 bulan tidak ada kajian dan aksi yang dilakukan. Seperti disengaja dimatikan fungsi BEM ITS." Ujarnya yang tak mau di sebut namanya.


KIRI ITS menegaskan bahwa kampus bukanlah tempat untuk melanggengkan kekuasaan tanpa kerja nyata. Ketika berbagai persoalan, baik di tingkat birokrasi kampus maupun penindasan sosial-politik di luar sana terus bergulir, Presiden BEM ITS bersama jajarannya memilih untuk menjadi penonton yang pasif. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah panjang pergerakan mahasiswa ITS. 

(Time)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan