Cegah Perundungan Sejak Dini, Babinsa Prambon Edukasi Siswa SDN 2 Kedungsugo


Jawapes, SIDOARJO – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak terus dilakukan melalui edukasi tentang bahaya perundungan atau bullying. Babinsa Koramil 0816/12 Prambon, Serka Andik Wijaya, melaksanakan sosialisasi anti-bullying kepada para siswa SDN 2 Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian TNI terhadap pembentukan karakter generasi muda sejak usia dini. Melalui sosialisasi tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga perkataan, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, Serka Andik Wijaya menjelaskan bahwa perundungan merupakan perilaku yang dapat menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Tindakan tersebut dapat berupa mengejek, menghina, memberikan julukan yang merendahkan, mengucilkan teman, mengancam, hingga melakukan kekerasan terhadap siswa lainnya.

Menurutnya, perilaku yang dianggap sekadar bercanda terkadang dapat menimbulkan kesedihan dan mengganggu kepercayaan diri teman yang menjadi sasaran. Oleh karena itu, para siswa perlu memahami batasan dalam bercanda serta belajar menempatkan diri agar tidak menyakiti perasaan orang lain. 

“Setiap anak memiliki hak untuk belajar, bermain, dan berteman dengan perasaan aman serta nyaman. Jangan pernah menjadikan kekurangan teman sebagai bahan ejekan. Sebaliknya, mari kita saling menghargai, membantu, dan menyayangi agar suasana sekolah menjadi menyenangkan bagi semua,” pesan Serka Andik Wijaya dalam sosialisasi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa keberanian untuk menolak perundungan merupakan sikap positif yang perlu ditanamkan sejak dini. Para siswa diharapkan tidak ikut-ikutan mengejek atau mengucilkan teman, tidak menjadi penonton yang membiarkan perundungan berlangsung, serta berani melaporkan kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan tersebut.

Lebih lanjut, Serka Andik menekankan bahwa membangun lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, termasuk siswa dan orang tua. Kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan keluarga sangat diperlukan agar nilai-nilai kesantunan, empati, kedisiplinan, dan tanggung jawab dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Babinsa berharap para siswa SDN 2 Kedungsugo semakin memahami pentingnya menjaga persahabatan, menghormati sesama, serta menyelesaikan permasalahan dengan cara yang baik tanpa kekerasan. Edukasi tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan keberanian untuk membela teman yang diperlakukan tidak adil dengan tetap mengutamakan keselamatan dan meminta bantuan guru.

Kehadiran Babinsa di lingkungan pendidikan merupakan salah satu bentuk dukungan TNI terhadap upaya pembinaan generasi muda. Tidak hanya memberikan pemahaman tentang kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, Babinsa juga turut mendorong terbentuknya karakter anak yang berakhlak baik, peduli terhadap sesama, serta mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan.

Dengan adanya sosialisasi anti-bullying ini, diharapkan SDN 2 Kedungsugo semakin mampu menumbuhkan budaya pertemanan yang positif, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, dan menciptakan suasana belajar yang aman serta menyenangkan bagi seluruh siswa.

Melalui edukasi sejak dini, Babinsa Koramil 0816/12 Prambon mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memutus mata rantai perundungan dan membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter, berempati, serta saling menghargai.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan