Babinsa Kemantren Dampingi Survei BBWS, Dukung Solusi Pengairan Sawah Petani


Jawapes, SIDOARJO – Kepedulian terhadap keberlangsungan pertanian dan kesejahteraan petani terus diwujudkan oleh Babinsa Koramil 0816/05 Tulangan. Pada Minggu (18/10/2026), Babinsa Desa Kemantren, Peltu Lukman Nurhakim, mendampingi kegiatan survei yang dilaksanakan tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pusat di area persawahan Kelompok Tani (Poktan) Marsudi Makmur 1, Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Survei tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan air. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman dan menjaga produktivitas pertanian, sehingga kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat.

Dalam kegiatan itu, tim BBWS Pusat melakukan peninjauan terhadap lokasi persawahan Poktan Marsudi Makmur 1 guna mengetahui kondisi di lapangan sekaligus melihat kebutuhan pengairan yang diperlukan oleh para petani. Peninjauan secara langsung diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kendala yang dihadapi, sehingga upaya penanganan dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di wilayah tersebut.

Peltu Lukman Nurhakim menyampaikan bahwa pendampingan dan survei lapangan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung sektor pertanian, khususnya dalam membantu mengatasi persoalan ketersediaan air yang berdampak pada aktivitas petani.

Menurutnya, air memiliki peranan penting dalam menunjang keberhasilan usaha pertanian. Karena itu, diperlukan perhatian dan koordinasi antara pihak terkait agar permasalahan pengairan yang dihadapi petani dapat diketahui secara menyeluruh dan dicarikan solusi yang sesuai. “Melalui survei langsung ini, diharapkan kondisi persawahan yang mengalami kekurangan air dapat teridentifikasi dengan baik. Dengan demikian, kebutuhan pengairan petani bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara petani, pemerintah desa, serta instansi yang membidangi pengelolaan sumber daya air. Sinergi tersebut diperlukan agar berbagai kendala di lapangan dapat disampaikan secara terbuka dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Bagi para petani, ketersediaan air yang memadai bukan sekadar menunjang pertumbuhan tanaman, melainkan juga berkaitan erat dengan keberlangsungan usaha tani dan harapan memperoleh hasil panen yang optimal. Oleh sebab itu, peninjauan seperti ini menjadi langkah awal yang penting untuk memahami persoalan secara langsung dari kondisi nyata di lapangan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen TNI AD melalui aparat kewilayahan untuk terus mendampingi masyarakat, menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, serta mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan di wilayah binaan.

Melalui survei tim BBWS Pusat di persawahan Poktan Marsudi Makmur 1, diharapkan permasalahan kekurangan air dapat memperoleh perhatian lebih lanjut dan menjadi dasar bagi upaya perbaikan pengairan sesuai hasil kajian teknis. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan petani diharapkan dapat terakomodasi sehingga kegiatan pertanian di Desa Kemantren dapat berjalan lebih optimal.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan