Jawapes, SIDOARJO - Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata. Dalam rangka mitigasi bencana serta mengantisipasi potensi banjir di musim penghujan, Koramil 0816/10 Balongbendo menggelar kegiatan Karya Bhakti pembersihan saluran air dan aliran Sungai Avour yang berlokasi di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (27/01/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 0816/10 Balongbendo, Kapten Inf Hendro Sugiono, S.H., dan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kepala Desa Watesari, Arofik, anggota Koramil Balongbendo, serta sekitar 40 warga Desa Watesari yang dengan penuh antusias dan kesadaran bersama turut bergotong royong membersihkan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin langsung oleh Danramil 0816/10 Balongbendo. Dalam arahannya, Danramil menegaskan pentingnya kebersamaan, kepedulian, serta peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai sebagai upaya preventif mencegah terjadinya banjir.
Seluruh peserta mulai melaksanakan pembersihan aliran Sungai Avour beserta lingkungan di sekitarnya. Sasaran utama kegiatan ini meliputi pengangkatan sampah rumah tangga, lumpur, ranting, serta material lain yang berpotensi menyumbat aliran sungai. Meski menggunakan peralatan sederhana, kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong, kekompakan, dan kebersamaan antara TNI dan warga.
Kegiatan Karya Bhakti berakhir. Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Dengan dibersihkannya aliran sungai, diharapkan debit air dapat mengalir dengan normal sehingga risiko genangan dan banjir di wilayah Desa Watesari dapat diminimalisir, khususnya saat intensitas hujan meningkat.
Dalam keterangannya, Danramil 0816/10 Balongbendo Kapten Inf Hendro Sugiono, S.H. menjelaskan bahwa kegiatan Karya Bhakti ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu masyarakat serta bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Karya Bhakti ini kami laksanakan sebagai langkah antisipatif dan preventif untuk mencegah bencana banjir. Sungai merupakan urat nadi lingkungan, apabila tidak dirawat dengan baik maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Kapten Hendro.
Lebih lanjut, Danramil menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan mitigasi bencana. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif warga sangat menentukan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan Karya Bhakti semacam ini dapat menjadi budaya dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya saat menghadapi musim penghujan, tetapi sebagai upaya menjaga lingkungan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan Karya Bhakti di Sungai Avour ini, Koramil 0816/10 Balongbendo berharap tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan aman dari ancaman banjir, sekaligus semakin mempererat hubungan harmonis antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga serta melindungi wilayahnya dari berbagai potensi bencana.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments