![]() |
| Lapas Kota Agung terima kunjungan Korwil SPPI Tanggamus |
Jawapes Tanggamus – Upaya memperkuat pemenuhan gizi yang layak, aman, dan berkelanjutan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Agung, Kamis (22/01/2026).
Lapas Kota Agung menerima kunjungan Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Tanggamus, Panji Kurniawan, dalam rangka meninjau langsung progres pembangunan dapur sehat sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara Lapas Kota Agung dan SPPI Tanggamus guna memastikan fasilitas dapur sehat yang dibangun benar-benar memenuhi standar kelayakan, keamanan pangan, serta higienitas. Dapur sehat tersebut diproyeksikan tidak hanya sebagai penunjang kebutuhan gizi warga binaan, tetapi juga sebagai aset strategis untuk mendukung program nasional di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Lebih dari sekadar fasilitas internal, dapur sehat Lapas Kota Agung diarahkan untuk berperan lebih luas dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan dukungan sarana yang memadai, Lapas Kotaagung diharapkan dapat ikut berkontribusi melayani masyarakat sekitar sebagai penerima manfaat, mulai dari anak usia sekolah, balita, ibu menyusui, hingga lanjut usia. Langkah ini menjadi wujud nyata peran pemasyarakatan dalam pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Program pembangunan dapur sehat ini sejalan dengan salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada aspek pelayanan dasar pemenuhan gizi melalui Program MBG. Menariknya, pelaksanaan program ini juga mengedepankan pemberdayaan warga binaan yang telah memiliki sertifikasi keterampilan tata boga, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembinaan, kemandirian, dan reintegrasi sosial.
Kepala Lapas Kota Agung, Andi Gunawan, menyampaikan bahwa dapur sehat ini merupakan bentuk transformasi layanan pemasyarakatan menuju arah yang lebih humanis dan produktif.
“Kami berharap dapur sehat ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan gizi bagi warga binaan, tetapi juga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, fasilitas ini berpotensi dikembangkan menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Agung Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan dapur sehat menjadi SPPG akan menjadi kontribusi konkret Lapas Kotaagung dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang ketahanan dan pemenuhan gizi, sekaligus memperkuat citra pemasyarakatan sebagai institusi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Lapas Kota Agung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang berdampak langsung bagi warga binaan dan masyarakat luas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pembangunan manusia Indonesia. (Ady)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments