PROBOLINGGO, Jawapes – Sejumlah produk makanan kedaluwarsa ditemukan masih dijual di sebuah minimarket Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Kamis (22/1/26) pagi, sehingga memicu keluhan dan keresahan warga.
Produk yang ditemukan berupa makanan ringan bermerek, kacang oven, roti gandum. Snack taro dan Snack potabee, Berdasarkan keterangan pada kemasan, masa kedaluwarsa produk tersebut telah berakhir pada 2024 dan 2025, namun masih terpajang di rak penjualan.
Exp Bulan 8 2025, dibelakang kemasan Snack potabeeTemuan itu terungkap setelah TWI (38), warga Desa Sumurmati, berbelanja di minimarket tersebut pada Kamis pagi. Ia mengaku baru mengetahui produk yang dibelinya telah kedaluwarsa setelah memeriksa kemasan.
"Saya kaget karena tanggal kedaluwarsanya sudah lewat, ini berbahaya kalau dikonsumsi," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Siti A. (42), warga Kelurahan Triwung Kidul. Ia mengaku pernah menemukan produk sejenis di gerai yang sama pada kesempatan berbeda.
"Bukan sekali ini saja, saya pernah menemukannya sebelumnya,"katanya
Exp 1september 2024 tertera di kemasan produk taro
Menindaklanjuti laporan tersebut, Camat Kademangan Abdi Firdausi menyatakan telah memerintahkan jajaran kelurahan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
"Kami akan mengecek untuk memastikan sejauh mana peredaran produk kadaluwarsa di wilayah kami," Tegas Abdi saat dikonfirmasi.
Abdi menegaskan, kewenangan kecamatan dan kelurahan terbatas pada pembinaan. "Kami tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi administratif atau yustisi, namun pembinaan akan kami perketat agar kejadian serupa tidak terulang," jelas mantan Kabid trantibum SatpolPP kota Probolinggo.
Terkait kemungkinan adanya pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Sementara pemilik minimarket AS (49) warga Kademangan membenarkan adanya produk yang sudah lewat batas waktu atau kedaluwarsa dan menyatakan akan mengembalikan barang-barang tersebut kesupliyer.
"produk yang bermasalah rencana akan kami kembalikan ke pemasok untuk diganti yang baru," tuturnya
Warga berharap instansi terkait, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan, meningkatkan pengawasan rutin terhadap peredaran produk pangan agar keamanan konsumen di wilayah Kademangan tetap terjaga.(*)
View



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments