Demo Mahasiswa Banyumas Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran, Massa Kecewa

Demo BEM Banyumas Raya di Kantor Bupati Banyumas
Mahasiswa Sampaikan Tuntutan di Kantor Bupati Banyumas


BANYUMAS, Jawapes – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya menggelar aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di depan Kantor Bupati Banyumas, Selasa (20/10/2026). Dalam aksi yang berlangsung pukul 15.30 hingga 19.15 WIB tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah dan mendesak adanya respons dari pemangku kebijakan. Massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan membawa kekecewaan setelah dialog dengan perwakilan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Banyumas dinilai belum memberikan jawaban yang memuaskan.

Kritik dan tuntutan massa aksi Mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Banyumas terhadap kinerja Kepemimpinan Prabowo Gibran disuarakan agar bisa bertemu dengan Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono dan Ketua DPRD Banyumas, Agus Prianggodo. Namun Bupati Sadewo tidak berada di lokasi Kantor Pemkab Banyumas, yang pada akhirnya ditemui oleh Ketua DPRD Banyumas, anggota DPRD Komisi 4 Wawan Yuwanda serta perwakilan dari staf Pemkab Banyumas yakni Aspem Kesra, Drs. Nungky Harry Rachmat M.Si dan Asisten Administrasi Umum, Amin Ma'ruf S.Sos., M.Si.

Dalam aksi, terpampang sejumlah poster yang ditempelkan di tembok pintu gerbang Kantor Bupati Banyumas dan terbentang spanduk dengan bertuliskan mengenai kritik terhadap kebijakan Pemerintah Pusat, seperti Civil Phobia, Shut the President’s Mouth With This dan MBG Is the Most Bastard Government, Ekonomi Dikebiri, Aparat Diberi Kursi, Eksekutif Tidak Berkompetensi.

Meski aksi sempat diwarnai ketegangan hingga saling dorong mendorong berulang kali dengan petugas Polresta Banyumas ketika massa Mahasiswa berusaha menerobos masuk ke area Kantor Bupati, namun dapat direspon secara kondusif dan pada akhirnya massa aksi dapat diberi ruang untuk berinteraksi guna menyampaikan aspirasinya.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Unsoed, Azza Febra Pramudika menyampaikan, bahwa dalam aksi ini kami Mahasiswa mendesak Bupati Banyumas untuk menemui massa aksi dan sekaligus menyetujui berbagai poin tuntutan yang dibawanya.

“Aksi hari ini sebetulnya adalah bentuk akumulasi dari kemarahan maupun kekecewaan teman-teman masyarakat maupun elemen-elemen sipil. Jadi mengambil momentum 2 tahun Prabowo-Gibran ini yang kita gunakan untuk bisa memberikan suatu tekanan-tekanan politik, tekanan yang nantinya menghasilkan suatu perbaikan dari daerah," ungkapnya kepada wartawan.

Kami menginginkan aspirasi yang disampaikan dalam momentum dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat respons langsung dari pemangku kebijakan.

"Momentum ini menjadi ruang bagi Mahasiswa untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan Pemerintah serta sekaligus mendesak adanya tanggapan atas tuntutan yang di," imbuhnya.

Dalam penyampaian interaksi kedua belah pihak mengenai kebijakan rezim Pemerintahan Prabowo Gibran di pelataran Pendopo Sipanji Purwokerto hingga malam hari, tidak ada jawaban memuaskan dan harapan bagi massa Mahasiswa terhadap apa yang disampaikan, baik dari Ketua DPRD Banyumas maupun dari Staf Pemkab sebagai perwakilan Bupati Banyumas.

Massa aksi Mahasiswa pun membubarkan diri membawa rasa kecewa, sekaligus membuat pernyataan sikap di depan Gerbang Kantor Pemkab Banyumas dengan melakukan pembakaran ban yang berasap hitam sebagai wujud empati Karhutla Kalimantan yang hingga kini belum padam sepenuhnya.(Cpt)
Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan