Babinsa Penatarsewu Hadiri Sosialisasi Pembangunan Pengendalian Banjir Kali Alo


Jawapes, SIDOARJO – Upaya mencegah dan mengendalikan potensi banjir di wilayah Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya melalui rencana pembangunan pengendalian banjir Sistem Kali Alo yang disosialisasikan kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Jumat (18/9/2026), pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Balai Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin Desa Penatarsewu, Serka Yoyo, turut hadir mengikuti rapat sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dalam penanganan permasalahan banjir di wilayah binaannya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, sambutan Kepala Desa Penatarsewu, sambutan dari BBWS Provinsi Jawa Timur, penyampaian dari pihak penyedia jasa pekerjaan, serta ditutup dengan pembacaan doa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Penatarsewu, Choliq, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak BBWS Provinsi Jawa Timur yang telah hadir untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai rencana pekerjaan pembangunan pengendalian banjir Sistem Kali Alo.

Menurutnya, kondisi Kali Alo di wilayah Desa Penatarsewu selama ini menjadi salah satu perhatian masyarakat, terutama ketika memasuki musim penghujan. Debit air yang meningkat dan luapan sungai berpotensi menyebabkan genangan maupun banjir di wilayah sekitar.

Pihak pemerintah desa menyambut baik rencana perbaikan tersebut karena diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi potensi banjir serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya saat menghadapi musim penghujan.

Sementara itu, Syaikun dari BBWS Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa rencana pekerjaan pengendalian banjir tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap potensi luapan air Kali Alo.

Rencana pekerjaan akan dilaksanakan pada sisi bagian selatan sungai dengan panjang kurang lebih 227 meter. Sebelum memasuki tahap pemancangan, terlebih dahulu akan dilakukan sejumlah pekerjaan persiapan, di antaranya pembersihan, peninggian serta normalisasi sungai.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi aliran sungai sehingga kapasitas dan fungsi Kali Alo dapat lebih optimal dalam menampung serta mengalirkan debit air, khususnya ketika terjadi peningkatan volume air pada musim penghujan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak penyedia jasa pekerjaan juga menyampaikan penjelasan terkait rencana pelaksanaan pekerjaan agar masyarakat maupun unsur terkait dapat memahami tahapan pembangunan yang akan dilaksanakan.

Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin Desa Penatarsewu, Serka Yoyo, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut merupakan langkah penting untuk membangun pemahaman bersama antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, aparat kewilayahan, dan masyarakat. 

“Sebagai Babinsa, saya menyambut baik adanya sosialisasi rencana pembangunan pengendalian banjir Sistem Kali Alo ini. Kegiatan seperti ini sangat penting karena masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai rencana pekerjaan, tahapan pelaksanaan, serta manfaat yang diharapkan setelah pembangunan selesai,” ujar Serka Yoyo.

Menurutnya, kondisi Kali Alo perlu mendapatkan perhatian bersama, terlebih wilayah tersebut memiliki potensi mengalami luapan air ketika curah hujan tinggi. Oleh karena itu, rencana pembersihan, peninggian dan normalisasi sungai sebelum pelaksanaan pemancangan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. 

“Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan secara aman, tertib dan sesuai dengan ketentuan. Koordinasi antara BBWS, pemerintah desa, aparat keamanan, pelaksana pekerjaan dan masyarakat harus terus dijaga agar setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama,” lanjutnya.

Serka Yoyo juga mengajak masyarakat Desa Penatarsewu untuk ikut mendukung program tersebut dengan menjaga lingkungan sekitar sungai. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir akan lebih optimal apabila diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan dan kelancaran aliran sungai.

“Pengendalian banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pelaksana pekerjaan. Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting. Mari bersama-sama menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah ke aliran Kali Alo, serta mendukung pelaksanaan pembangunan selama dilakukan sesuai aturan dan memperhatikan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan di wilayah sekaligus sebagai upaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat. 

“Kami akan terus membantu menjaga komunikasi dan koordinasi di wilayah, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Harapannya, setelah pekerjaan selesai, kondisi Kali Alo menjadi lebih baik dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko genangan maupun banjir saat musim penghujan,” pungkas Serka Yoyo.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Penatarsewu dapat memahami rencana pekerjaan pembangunan pengendalian banjir Sistem Kali Alo sekaligus turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaannya.

Sinergi antara BBWS Provinsi Jawa Timur, pemerintah desa, TNI-Polri, pelaksana pekerjaan, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih aman, tertata, dan tangguh menghadapi potensi banjir.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan