![]() |
| Kepala SMAN 2 Situbondo didampingi Waka Kesiswaan beserta guru dan siswa-siswi menyambut kedatangan Mat Asin seorang veteran PKRI |
Jawapes, SITUBONDO - Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Keluarga besar SMAN 2 Situbondo menggelar SMADA Prima Sowan Pahlawan dengan mengunjungi kediaman Mat Asin Ketua Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Situbondo yang telah berusia 108 Tahun, Kamis (13/8/2026).
Ketika tiba di kediamannya, perwakilan guru, siswa bersilaturahmi dan menjemput Mat Asin seorang veteran untuk berkunjung ke SMAN 2 Situbondo. Kemudian setibanya di sekolah, kehadiran Mat Asin disambut langsung oleh Kepala SMAN 2 Situbondo Nikmatil Hasanah didampingi Waka Kesiswaan Jiefri Gunawan, bersama seluruh guru dan siswa-siswi dengan berbaris rapi mengibarkan bendera merah putih sembari menyanyikan lagu Maju Tak Gentar. Acara penyambutan berlanjut dengan pengalungan bunga sebagai simbol apresiasi tertinggi dari keluarga besar SMAN 2 Situbondo atas pengorbanan serta dedikasi beliau dalam merebut, dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia
Dikonfirmasi awak media pada sela-sela acara, Kepala SMAN 2 Situbondo mengatakan, kegiatan Smada Prima Sowan Pahlawan yang digelar saat ini dalam rangka untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan sebagai wujud menghargai jasa para perintis kemerdekaan RI. Usai penyambutan, dilanjutkan dengan acara podcast Smada Prima bersama Mat Asin. Beliau bercerita memutar kembali alur sejarah perjuangannya, mulai dari suka duka di medan perang hingga pentingnya menjaga kedaulatan bangsa. Dalam siaran podcast tersebut, Mat Asin membagikan kisah perjuangan gerilya melawan penjajah. Menurutnya, sesi bercerita di podcast dan berinteraksi langsung dengan Mat Asin pelaku sejarah kemerdekaan merupakan momen berharga, menjadi inspirasi dan edukasi bagi siswa-siswi yang menyimak kisah tersebut.
"Dengan hadirnya bapak Mat Asin di SMAN 2 Situbondo, harapan saya sebagai kepala sekolah kepada siswa-siswi agar bisa memaknai perjuangan para pahlawan. Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Saat ini siswa-siswi tidak perlu lagi perang untuk berjuang, tetapi yang harus mereka lawan adalah rasa kemalasan, rasa ragu dan rasa takut. Jadi bagaimana mereka mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif," pesannya. (Fin)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments