Jawapes, SIDOARJO – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar di Aula Yayasan Pesantren Ahlus-Shafa Wal-Wafa, Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri sekitar 650 jamaah Ahlus Shafa Wal Wafa. Selain menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, peringatan Maulid kali ini juga dikemas dengan nuansa kebangsaan melalui Panggung Kebhinekaan dan Dialog Kebangsaan, sehingga pesan persaudaraan, toleransi, dan persatuan semakin terasa.
Danramil 0816/13 Wonoayu Kapten Inf Sanusi turut hadir bersama jajaran Forkopimcam Wonoayu, tokoh agama, tokoh lintas agama, aparat TNI-Polri, pengurus yayasan, pemerintah desa, serta para jamaah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi gambaran nyata bahwa semangat kebersamaan dan kerukunan terus tumbuh di wilayah Kecamatan Wonoayu.
Kegiatan memasuki sesi pembukaan. Suasana semakin semarak sekaligus penuh rasa nasionalisme ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Jamaah mengikuti Talaqqi Al-Qur'an. Kemudian ketua panitia menyampaikan sambutan terkait pelaksanaan kegiatan serta pesan-pesan kebersamaan kepada seluruh jamaah yang hadir. Camat Wonoayu menyampaikan sambutan. Lima menit kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa bagi yatim berprestasi.
Pemberian beasiswa tersebut menjadi salah satu bagian yang memiliki nilai sosial cukup kuat. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan motivasi agar para penerima terus bersemangat dalam belajar, mengembangkan kemampuan, dan mengejar cita-cita.
Rangkaian acara berlanjut dengan Panggung Kebhinekaan dan Dialog Kebangsaan. Sesi ini menjadi ruang untuk mempertemukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan, sekaligus mengajak seluruh peserta memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama. Melalui tausiah tersebut, jamaah diajak untuk semakin mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah rangkaian acara berlangsung hingga malam hari, kegiatan ditutup dengan doa. Selanjutnya, seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M selesai dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Danramil 0816/13 Wonoayu Kapten Inf Sanusi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kembali semangat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
“Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya kita jadikan sebagai kegiatan rutin atau seremonial keagamaan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mengenang sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW, seperti sikap santun, jujur, peduli, menghargai sesama, serta senantiasa menjaga persaudaraan,” ujar Kapten Inf Sanusi.
Ia menilai, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih di tengah kondisi masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda-beda. “Kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap saling menghormati dan menghargai. Perbedaan yang ada jangan sampai menjadi penghalang untuk bersilaturahmi. Justru keberagaman harus kita jadikan kekuatan untuk membangun lingkungan yang rukun, aman, dan harmonis,” ungkapnya.
Kapten Inf Sanusi juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan tokoh lintas agama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui komunikasi dan silaturahmi merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas serta kerukunan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi adanya Panggung Kebhinekaan dan Dialog Kebangsaan. Ini merupakan ruang yang positif untuk memperkuat komunikasi antar elemen masyarakat. Kita boleh berbeda dalam keyakinan, pandangan, maupun latar belakang, tetapi kita tetap berada dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.
Menurut Danramil, menjaga kebhinekaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi merupakan tugas bersama seluruh masyarakat. Karena itu, ia mengajak jamaah dan warga untuk terus menumbuhkan sikap toleransi serta menghindari berbagai hal yang dapat memicu perpecahan.
“Mari kita rawat kebersamaan ini dengan saling menghormati, menjaga ucapan dan tindakan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Persatuan akan semakin kuat apabila masyarakatnya memiliki kepedulian dan kemauan untuk menjaga satu sama lain,” tambahnya.
Selain persoalan kerukunan, Kapten Inf Sanusi turut menyoroti penyerahan beasiswa bagi yatim berprestasi. Ia menilai perhatian terhadap generasi muda merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan.
“Beasiswa bagi yatim berprestasi merupakan bentuk kepedulian yang sangat baik. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Semoga bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, berprestasi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kapten Inf Sanusi mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian sosial. “Mari kita bawa nilai-nilai Maulid Nabi ini dalam kehidupan nyata. Perbanyak silaturahmi, peduli kepada sesama, saling membantu, menjaga kerukunan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman. TNI akan terus mendukung kegiatan positif masyarakat yang dapat memperkuat persatuan dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Yayasan Pesantren Ahlus-Shafa Wal-Wafa tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang kepedulian sosial, pendidikan, toleransi, dan kebangsaan. Kehadiran sekitar 650 jamaah, tokoh agama, tokoh lintas agama, unsur pemerintahan, serta aparat TNI-Polri menunjukkan bahwa semangat persaudaraan dapat tumbuh melalui kegiatan yang mempertemukan nilai keagamaan dan kebangsaan.
Melalui momentum tersebut, diharapkan keteladanan Rasulullah SAW semakin melekat dalam kehidupan masyarakat, sementara semangat persatuan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama terus menjadi bagian dari kehidupan warga Desa Simoketawang dan masyarakat Kecamatan Wonoayu secara luas.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments