Hari Ketiga GASPOL 2026 Bekali Generasi Muda Kuasai AI, Bangun Personal Branding, dan Ciptakan Lapangan Kerja

LSM Jaringan Warga Peduli Sosial Jawapes

Jawapes Surabaya – Hari ketiga GASPOL 2026 (Gerakan Apresiasi Surabaya Prestasi, Orientasi Lokal), Minggu (26/7/2026), di Balai Kota Surabaya menjadi penutup yang sarat inspirasi. Mengusung tema transformasi digital, kegiatan ini mengajak generasi muda Surabaya tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja melalui teknologi, kreativitas, dan inovasi.

Kegiatan diawali Lomba Literasi Menulis Cerita tingkat SMP. Para pemenang menerima piala dan sertifikat dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya literasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis pelajar. Tim juri lomba dipimpin oleh Moh Makrus Sahlan.

Semangat pelestarian budaya semakin terasa melalui penampilan Silat Perisai Putih oleh Anindya Ayu, Silat RA dan MI Muslimat NU, Banjari MA At Tauhid, serta Tari Kontemporer Teater SUA Surabaya yang membuktikan bahwa generasi digital tetap dapat tumbuh dengan akar budaya yang kuat.

Memasuki sesi utama, Talkshow Warung Kopi Suroboyoan Seri 3 mengangkat tema "Digital Bisnis dengan Personal Branding". Talkshow membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), strategi membangun bisnis digital, serta pentingnya personal branding agar anak muda mampu bersaing di era ekonomi digital.

Narasumber menghadirkan Arif Agung Pambudi mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Sudadi, S.T., Moh Noor Al Azam, S.Kom., M.MT., Direktur PT Radnet Digital Indonesia, Prof. Mochamad Hariadi, S.T., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Robi Goenawan, S.H., M.HCHRM., CMC., CLA., CCD., Owner JOE Enterprise. Acara dipandu Dony Abrianto, Finalis Cak & Ning Surabaya 2021, dengan moderator Cak Kevin Harlens dari Paguyuban Cak & Ning Surabaya.

Arif Agung Pambudi mengajak masyarakat memanfaatkan pelatihan komputer gratis dan program literasi digital Pemerintah Kota Surabaya. 

"Kuasai teknologi hari ini agar siap bersaing dan sukses di masa depan," ujarnya.

Moh Noor Al Azam menegaskan bahwa bisnis digital dapat dimulai tanpa modal besar. 

"Modal terbesar adalah kemauan belajar, kreativitas, dan keberanian memulai," katanya.

Prof. Mochamad Hariadi mengingatkan bahwa AI bukan ancaman, melainkan peluang. 

"Jadilah pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna teknologi," tegasnya.

Robi Goenawan menambahkan bahwa kepercayaan adalah fondasi bisnis. 

"Reputasi, integritas, dan konsistensi adalah modal terbesar untuk memenangkan persaingan," ujarnya.

Ketua Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto, ST., CPLA., menegaskan GASPOL hadir untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap masa depan.

"Surabaya tidak membutuhkan lebih banyak generasi yang hanya menunggu kesempatan, tetapi generasi yang berani menciptakan kesempatan. Kuasai literasi, budaya, teknologi, AI, dan bangun personal branding yang baik. Jangan hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta lapangan kerja yang mampu menghidupi banyak orang. Itulah investasi terbaik untuk masa depan Surabaya dan Indonesia," tegas Rizal.

GASPOL 2026 membuktikan bahwa kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas mampu melahirkan ruang belajar yang nyata. Pesan yang ingin ditinggalkan sederhana namun kuat: masa depan tidak ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, berkarya, dan berani memulai. Ketika generasi muda Surabaya mampu menguasai teknologi tanpa meninggalkan budaya, mereka tidak hanya membangun masa depan dirinya, tetapi juga menjadi penggerak kemajuan Kota Surabaya menuju Indonesia Emas 2045. (Red)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan