Jawapes, PASURUAN - Perjuangan atlet membawa nama Kota Pasuruan di berbagai ajang olahraga mendapat perhatian DPRD Kota Pasuruan. Dewan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan segera memberikan kepastian terkait reward atau bonus bagi atlet berprestasi yang sebelumnya telah dijanjikan.
Anggota DPRD Kota Pasuruan, Rifa’i, menegaskan bahwa persoalan penghargaan bagi atlet tidak semestinya berhenti pada janji. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mencari solusi agar hak atau apresiasi yang telah direncanakan dapat direalisasikan sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran daerah.
“DPRD mendorong pemerintah daerah mencari solusi agar reward yang sudah dijanjikan kepada atlet dapat dipenuhi,” ujar Rifa’i, Minggu (13/9/2026).
Ia mengatakan, DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Fungsi tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk mendorong pemerintah daerah memastikan kebijakan terkait penghargaan atlet berjalan secara transparan dan memiliki kepastian.
Menurut Rifa’i, perhatian terhadap atlet berprestasi penting diberikan karena mereka telah berjuang membawa nama Kota Pasuruan dalam berbagai kompetisi olahraga.
Terlebih, persoalan reward atlet sebelumnya sempat menjadi sorotan. Pada Februari–Maret 2026, para atlet Porprov Jatim di Kota Pasuruan memprotes adanya pengurangan bonus hingga sekitar 70 persen. Bonus atlet peraih medali emas yang sebelumnya disebut sebesar Rp30 juta turun menjadi Rp10 juta dengan alasan keterbatasan anggaran.
Kondisi tersebut, menurut Rifa’i, perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya memberikan apresiasi secara simbolis, tetapi juga memiliki mekanisme dan kepastian anggaran yang jelas bagi atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mengatur pemberian penghargaan kepada olahragawan berprestasi.
“Intinya, atlet sudah berjuang membawa nama daerah. Pemerintah harus memberikan kepastian dan mencari jalan keluar terkait reward tersebut,” pungkasnya.
Dorongan DPRD ini diharapkan menjadi perhatian Pemkot Pasuruan agar persoalan reward atlet dapat segera mendapatkan solusi, sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kebijakan pembinaan olahraga di Kota Pasuruan ke depan. (Rachmat)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments