Jawapes, Probolinggo - DPRD Kota Probolinggo resmi menetapkan keputusan strategis terkait Rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2025. Dokumen konstitusional tersebut tidak hanya menjadi rapor evaluasi kinerja, namun juga menjadi kompas penentu arah kebijakan pembangunan di Kota Mangga untuk periode mendatang
Dokumen penting tersebut diserahkan dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang Utama, Agenda ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, didampingi Wakil Ketua I H. Abdul Mujib dan Wakil Ketua II Santy Wilujeng. Senin (27/4/26) Pagi.
Langkah ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2019. Sesuai pasal 19 dan 20, legislatif diwajibkan memberikan rekomendasi dalam rapat paripurna sebagai bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, Muchlas Kurniawan, dalam laporannya menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar seremoni administratif tahunan. Menurutnya, dokumen tersebut adalah cerminan dari seluruh mata rantai proses, mulai dari perencanaan hingga pengawasan program kerja pemerintah.
"Pencapaian target kinerja penyelenggaraan pemerintahan adalah tanggung jawab kolektif seluruh perangkat daerah di bawah koordinasi Wali Kota," tegas Muchlas saat membacakan laporan Pansus di podium.
Politisi tersebut juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa lepas dari fungsi pengawasan ketat yang dijalankan lembaga legislatif. DPRD pun memberikan catatan khusus agar Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo segera melakukan transformasi orientasi pembangunan secara menyeluruh.
Legislatif mendesak agar eksekutif tidak terjebak pada pemenuhan target di atas kertas semata. Pembangunan ke depan harus menyentuh capaian substansial yang memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.
Menyikapi rekomendasi dewan tersebut, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan apresiasinya atas masukan konstruktif dari jajaran DPRD. Dia mengakui, meski ada beberapa target sektoral yang belum tuntas, namun performa makro ekonomi Kota Probolinggo sepanjang 2025 menunjukkan angka yang impresif.
"Pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo mencatatkan performa terpesat di Jawa Timur. Capaian ini selaras dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," Ujar Aminuddin di hadapan rapat paripurna.
Tak hanya itu, Aminuddin juga menjelaskan tren positif pada penurunan angka kemiskinan dan membaiknya rasio gini. Hal ini diklaim sebagai indikator menguatnya pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat Probolinggo.(Id)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments