Jawapes, BANJARNEGARA – Dalam upaya memperkuat karakter siswa dan mendukung program pemerintah terkait kurikulum pendidikan yang kontekstual, SMP Negeri 3 Bawang, Kabupaten Banjarnegara, menggelar kegiatan kokurikuler bertajuk "Sekolahku Indah Sekolahku Sehat". Kegiatan ini berlangsung selama sepekan penuh, mulai tanggal 7 hingga 13 Februari 2026.
Kegiatan kokurikuler ini dirancang sebagai penguatan pengalaman belajar siswa di luar jam pelajaran reguler (intrakurikuler). Fokus utamanya adalah menumbuhkan kesadaran akan kebersihan lingkungan, membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta membangun kerja sama dan gotong royong antar seluruh warga sekolah.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan proyek kreatif yang ramah lingkungan. Menariknya, setiap tingkatan kelas memiliki fokus proyek yang berbeda:
Kelas 7: Membuat kerajinan tempat lauk, buah, dan sayur.
Kelas 8: Membuat kerajinan tanaman bunga untuk mempercantik lingkungan.
Kelas 9: Membuat kerajinan lampu hias dengan tema laki-laki dan perempuan.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan Studium General mengenai konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pengelolaan bank sampah. Selama lima hari, para siswa melewati tahapan mulai dari perencanaan desain menggunakan aplikasi Canva, persiapan alat dan bahan, hingga proses produksi.
Puncak acara akan ditutup pada hari terakhir dengan demonstrasi produk, presentasi hasil proyek, serta pameran mini di lingkungan sekolah. Seluruh hasil karya ini diharapkan tidak hanya menjadi nilai akademik, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah yang nyaman dan asri.
![]() |
| Kepsek SMP Negeri 3 Bawang, Rochmat Kuncoro, S.Pd |
Kepala sekolah SMP Negeri 3 Bawang, Rochmat Kuncoro, S.Pd dalam wawancara dengan awak media menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah pembuatan kerajinan dari bahan bahan yang sudah tidak terpakai.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata sekolah terhadap program daur ulang dan penanggulangan masalah sampah. Dari sampah menjadi rupiah lebih dari sekedar menjaga kebersihan, proyek ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini, katanya.
"Kegiatan ini menjadi ajang latihan bagi para siswa. Kedepannya, produk yang dihasilkan diharapkan bisa menjadi peluang usaha karena memiliki nilai jual yang kompetitif," ungkap Rochmat Kuncoro.(Heri)
View



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments