Jawapes, SIDOARJO – Ribuan jamaah memadati area Makam Mbah Ibrahim Al Jaelani, Kecamatan Waru, Minggu malam (8/2/2026), dalam rangka mengikuti Majlis Dzikir, Maulidurrosul SAW, dan Haul Kecamatan Waru Tahun 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi momentum spiritual untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan daerah.
Acara keagamaan ini diselenggarakan di bawah penanggung jawab KH. Khadafi, S.Sos bersama Ustadz Usman selaku panitia. Hadir dalam kegiatan tersebut keluarga Ndhalem Hadrotus Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy (Surabaya), Kapolresta Sidoarjo yang diwakili Kompol Miftahul Amin, S.Sos., Dandim 0816/Sidoarjo yang diwakili Kapten Cba Syaifudin (Danramil 0816/16 Waru), Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, para habaib, imam khususy dan imam majlis se-Kabupaten Sidoarjo, jajaran Jama’ah Al Khidmah, Camat Waru H. Ahmad Farkan Jazuli, S.Sos., TP., MM., Kepala KUA Waru, para kepala desa se-Kecamatan Waru, pimpinan MWC NU beserta lembaga dan banom, para ulama, sesepuh, tokoh masyarakat, serta pengasuh pondok pesantren.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Iftitah Al-Fatihah oleh KH. Nur Slamet, dilanjutkan istighotsah yang dipimpin Ustadz Sholeh dari Surabaya. Suasana semakin khidmat saat Surat Yasin dibacakan oleh para santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, disusul pembacaan manaqib, tahlil, serta doa-doa yang dipimpin para kyai dan ulama.
Puncak kegiatan diisi dengan pembacaan Maulidurrosul SAW yang dipimpin Habib Mustofa Al Jufri, diiringi lantunan sholawat yang menggema dan menyejukkan hati para jamaah. Dalam sambutannya, KH. Khadafi, S.Sos menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa Majlis Dzikir dan Haul Kecamatan Waru merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta menciptakan suasana wilayah yang aman dan harmonis.
Sambutan juga disampaikan Camat Waru yang menekankan pentingnya sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan religius. Hal tersebut sejalan dengan pesan Mauidhotul Hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Munif dan KH. M. Ayn El Yaqin Al Ishaqy, yang mengajak jamaah meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, memperbanyak dzikir dan sholawat, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan umat.
Danramil 0816/16 Waru Kapten Cba Syaifudin menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya menjaga kondusifitas wilayah. Menurutnya, majlis dzikir dan haul memiliki peran strategis dalam membangun kebersamaan dan ketenangan sosial di tengah masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Selain sebagai sarana peningkatan keimanan, Majlis Dzikir dan Haul Waru 2026 ini juga menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong, toleransi, dan kebersamaan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut sebagai tradisi positif yang membawa keberkahan bagi Kecamatan Waru dan Kabupaten Sidoarjo.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments