Jawapes, Pasuruan - Kehadiran Ketua Umum ormas Formasy Praja Nusantara di Kantor Asper BKPH Tosari KPH Pasuruan, Rabu (7/1/2026) dalam rangka menindaklanjuti surat dari Adm KPH Pasuruan Nomor : 0637/041.4/2025 Perihal mekanisme kerjasama yang ditanda tangani Adm KPH Pasuruan tertanggal 3 Desember 2025.
Kunjungan kerja tersebut disamping sebagai koordinasi juga konsolidasi dengan Dewan Majelis Daerah Formasy Praja Nusantara Pasuruan Raya-Romsul Hasbawi beserta Ketua DMD Kota Batu,Yoyok Yuliono dan Devid Yuliasir Kadiv.Budaya,Kearifan lokal dan peradaban DMD Kota Batu sekalian memperkenalkan para rekanan lembaga yang akan terlibat dan mendukung giat FPN dalam membangun kesadaran etika sosial dan kesadaran hukum atas pemanfaatan dan penggunaan sumber air dan air tanah sekaligus dalam pengawasan serta sosialisasi kepatuhan dan ketaatan terhadap regulasi peraturan perundang-undangan terkait air beserta sanksinya demi ketersediaan air di Pasuruan Raya dengan diawali berkunjung di Kantor Asper Tosari_Amir Camzah yang dari ajuan kerjasama ada 12 titik sumber air diwilayahnya yang selanjutnya akan dilakukan di BKPH lainnya diwilayah KPH Pasuruan.
Para rekanan dan sahabat kami antara lain Ketua LSM Laskar Merah Putih Indonesia Marcab Pasuruan Raya,Sutikno dan Ketua GM Grib Jaya Pasuruan Raya,Edy Siswanto dan Kami menghaturkan terimakasih yang tak terhingga atas sinergi yang telah dan akan dilakukan demi keberlanjutan ketersediaan air di Kota dan Kabupaten Pasuruan.
Menurut Dodik, jika bicara "logistik dan ketahanan pangan dengan mengabaikan tata kelola dan ketersediaan air maka sama artinya telah terjadi kelumpuhan peradaban ",untuk itu maka diperlukan sinergitas dan kesadaran yang utuh dari semua fihak baik masyarakat dan pengguna air skala sedang dan besar,akademisi,iLSM,Ormas,Media,Lawyer,institusi terkait termasuk PU SDA,ESDM,Kehutanan,Perhutani,Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan,ATR/BPN serta dinas yang lainnya dan Aparat Penegak Hukum,dan kami berharap tidak terjadi egosentris dari masing2 institusi merasa lebih penting sendiri tetapi sudah seharusnya lebih mengkedepankan kebersamaan dan berkolaborasi didalam membangun negeri tandasnya.
Untuk itu kami ormas Formasy Praja Nusantara setelah menginisiasi di Kota Batu wilayah KPH Malang juga berharap di KPH Pasuruan juga terjadi kolaborasi dalam mensukseskan ASTA CITA III dengan adanya SPUNCAK ARJUNA/Sejuta Pohon Untuk Catchment Area di lereng Gunung Arjuna,apalagi di Kota dan Kabupaten Pasuruan terkenal dengan daerah Industrinya disamping wisata dan pertaniannya mestinya berkebutuhan airnya dalam jumlah yang besar dan bahkan sebagian untuk Kota dan Kabupaten Pasuruan juga dialirkan ke Sidoarjo,Surabaya dan Gresik.
Dengan beban kebutuhan air yang besar menjadi inspirasi tersendiri bagi kami ormas FPN untuk bersinergi dengan lembaga lainnya didalam melakukan dan mengoptimalkan pengkayaan tanaman yang focus membantu tanah mengikat air dan tanaman yang memiliki kemampuan menyerap carbon sehingga disamping memiliki fungsi ekologi juga adanya peningkatan ekonomi masyarakat pasuruan dalam keterlibatan untuk Credit Carbon.
Selanjutnya di hari yang sama,juga berkunjung di ATR/BPN dan diskusi santai bersama salah satu petugas UPT PU SDA Pasuruan untuk menjalin dan mempererat silahturahmi, komunikasi dan masukan dalam berkegiatan selanjutnya sehingga tercapainya tujuan akan terpenuhinya kebutuham air kekinian dan kedepan dalam mensukseskanPembangunan Nasional pada umumnya,Khususnya Kabupaten dan Kota Pasuruan.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh ketua umum ormas FPN Dodik purwoko, Menurut edy ambon sapaan ketua ormas GM GRIB JAYA pasuruan raya sinergitas ini sangat penting harus segera terealisasi, karena ketika bicara terkait sumber daya air ini tidak terlepas dari kelestarian hutan sebagai penyangga air dan itu harus dijaga. Dimana pemerintah punya instrumen yang komplit untuk itu, kita sebagai NGO yang punya kepedulian akan kelestarian hutan dan ketersediaan air selalu siap untuk mendukung program pemerintah. Karena kalau boleh jujur kondisi hutan dan air di kab pasuruan saat ini semakin memprihatinkan, kepedulian dari masyarakat dan stacholder yang ada begitu sangat dibutuhkan untuk sama sama menjaga. Intinya kepada pemerintah, stacholder yang ada dan masyarakat mari saling jaga lingkungan, hutan dan air demi keberlangsungan kehidupan, untuk semuanya jangan lelah untuk berbuat baik tutup edy ambon, (djie)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments