Jawapes, SIDOARJO – Sebagai wujud pelestarian budaya adiluhung sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antar warga, Pemerintah Desa Sidokepung menggelar Pagelaran Seni Wayang Kulit dalam rangka Ruwah Desa Sidokepung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026), bertempat di Balai Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Pagelaran seni tradisional ini mendapat sambutan hangat dan antusias dari masyarakat. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan Ruwah Desa juga dimaknai sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, serta harapan akan kehidupan desa yang aman, harmonis, dan sejahtera.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Elok Suciati, S.H., Camat Buduran yang diwakili Kasi Trantib, Widodo, Danramil 0816/03 Buduran Kapten Inf Muh. Nuri, Kapolsek Buduran Kompol Subadri, S.Sos., Plt Kepala Desa Sidokepung Bapak Samsul Hariadi, Ketua Panitia, Khoirul Jamil, Babinsa Serda Aris Ariono, Bhabinkamtibmas Aipda Adi Maret, Ketua BPD, Sihar, para Ketua RT dan RW, serta sekitar ±500 orang masyarakat Desa Sidokepung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan Plt Kepala Desa Sidokepung Samsul Hariadi.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung terselenggaranya kegiatan Ruwah Desa dengan penuh kebersamaan.
Selanjutnya, Camat Buduran yang diwakili Kasi Trantib Bapak Widodo menyampaikan sambutan sekaligus memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa Sidokepung dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa.
Acara dilanjutkan dengan pagelaran seni Wayang Kulit yang disaksikan langsung oleh unsur Forkopimka dan masyarakat hingga selesai. Alunan gamelan yang khas serta lakon wayang yang ditampilkan mampu menghadirkan suasana semarak, sekaligus menyampaikan nilai-nilai filosofi, pendidikan moral, dan kearifan lokal yang sarat makna.
Dalam kesempatan tersebut, Danramil 0816/03 Buduran Kapten Inf Muh. Nuri menyampaikan pendapat dan apresiasi secara jelas, detail, dan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa kegiatan Ruwah Desa melalui pagelaran wayang kulit memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan penguat persatuan masyarakat.
“Pagelaran wayang kulit merupakan warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur, kebersamaan, dan kearifan lokal. Melalui kegiatan Ruwah Desa seperti ini, diharapkan masyarakat semakin guyub rukun, saling menghormati, serta terus menjaga tradisi sebagai jati diri bangsa. TNI, khususnya Koramil 0816/03 Buduran, sangat mendukung kegiatan positif yang mampu mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat,” ungkap Kapten Inf Muh. Nuri.
Ia juga berharap kegiatan budaya semacam ini dapat terus dilestarikan dan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya bangsa.
Secara keseluruhan, Pagelaran Seni Wayang Kulit dalam rangka Ruwah Desa Sidokepung berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang hadir.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments