Jawapes LUMAJANG - Menjelang musyawarah daerah musda, partai Golkar 2025, nama pudoli Sandra semakin mencuat menjadi calon kuat DPD, Minggu (31/8/2025).
View
Figur berusia 48 tahun ini memimpin DPC ormas MKGR Lumajang, salah satu organisasi pendiri partai Golkar, rekam jejaknya panjang mukai dari aktivitas mahasiswa, akademis hukum, hingga praktiksi yang malang melintang di berbagai organisasi.
Pudoli menamatkan pendidikan sarjana di STIH jenderal Sudirman Lumajang dan meraih gelar magister hukum di universitas Widyatama malang, karirnya cukup berwarna pernah menjadi komisioner KPU tahun 2009, konsultan hukum media, dan properti, hingga dipercaya menjadi PBH Peradi Lumajang dan ia juga aktif mengajar sebagai dosen di STIH Lumajang.
Di dunia organisasi, padoli terbiasa memegang peran strategis, sejak mahasiswa ia pernah menjadi ketua BEM dan ketua dewan daerah tapal kuda di ikatan senat mahasiswa hukum Indonesia, serta terlibat dalam organisasi berbasis ahlussunah wal jama,ah. Kini lewat MKGR ia memegang kunci penting dalam konsolidasi kader partai Golkar di Lumajang.
Kapasitas intelektual dan pengalamannya itulah yang membuat sejumlah kader menilai podoli layak menahkodai beringin di Lumajang.
" Figur pudoli sandra sangat dibutuhkan Golkar Lumajang, ia punya kapasitas jaringan sekaligus pengalaman panjang di organisasi," kata afan Habibi kader muda Golkar.
Musda tahun 2025 di prediksi menjadi panggung penting untuk menentukan partai Golkar Lumajang di tengah dinamika politik menuju pemilu 2029, dan di pusaran wacana itu nama pudoli Sandra kian tak terbendung.
( Eko/Tim /Humas)
View
Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments