![]() |
Kepala Pekon Lengkukai TB Muhamad Nur |
Jawapes Tanggamus - Dugaan korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2023 di Pekon Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat menjadi sorotan.
Pasalnya, tidak adanya keterbukaan Kepala Pekon TB Muhamad Nur terhadap masyarakat dan BHP menambah kuat dugaan korupsi tersebut.
Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, cek aja pak kegiatan dana desa disini dari 2023 sampai 2024, saya siap mengantarkan ke lokasi pembangunan nya.
"Lihat saja BHP aja disini seperti tidak di fungsikan, coba datang ke rumah BHP," ujar warga.
Awak Media mendatangi Ketua BHP Pekon Lengkukai, saat ditemui di kediamannya, Ketua BHP mengatakan bahwa selama 4 Tahun ini saya tidak pernah menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Pekon.
LKPJ adalah laporan yang harusnya disampaikan oleh Kepala Pekon kepada Badan Hippun Pemekonan (BHP) untuk memberikan informasi dan pertanggungjawaban mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan anggaran pekon selama satu tahun anggaran.
"Saya hanya diminta tanda tangan setiap ada pengajuan, selain itu saya tidak tau, apakah ada tanda tangan yang dipalsukan atau tidak, kalau ada, saya akan tempuh ke ranah hukum," ujar Ketua BHP saat ditemui di kediamannya, Jum'at (29 Agustus 2025).
Awak Media menyoroti anggaran Dana Desa Pekon Lengkukai Tahun 2023 diduga markup yang meliputi:
Honor Petugas Pengelola Kebersihan Lingkungan Pekon Rp 124.200.000
Bronjong Dusun Wonoasri (87,5mX3m) Rp 158.750.000
Pembanguan Jalan Usaha Tani Dusun Simpang Prapatan Rp 28.470.000
Rabat Beton Rejo Sari Dusun Wonoasri (100mx2mx12cm) Rp 47.956.000
Rabat Beton Batu Cepit Dusun Wonoasri (110mx2mx12cm) Rp 53.436.000
Lampu Emergency Rp 65.000.000
BBM Rp 7.200.000
BAN Mobil Ambulan Rp 3.200.000
Ketahanan pangan meliputi Bebek Rp 45.000.000, Kambing Unggulan Rp 110.000.000, Ayam Rp 30.480.000
Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Tanggamus, Mat Helmi akan melaporkan hasil temuan dilapangan terkait dugaan korupsi Kepala Pekon Lengkukai tersebut kepada Inspektorat dan APH.
Mat Helmi menambahkan, kami akan minta Inspektorat segera turun ke lapangan dan kami akan kawal sampai tuntas.
"Kami sudah turun ke lapangan dan mengumpulkan data dan keterangan dari masyarakat, hasil temuan ini akan segera kami laporkan," tegas Mat Helmi.
Terpisah, Kepala Pekon Lengkukai TB Muhamad Nur saat dikonfirmasi Via WhatsApp (31/8) tidak menjawab. (Tim)
View
Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments