Aksi Rakyat Banyumas Tentang UHC dan Poin lainnya, Siapkan Posko Kordinasi di Menara Pandang


 

Jawapes, BANYUMAS - Aksi Rakyat Banyumas (ARB) berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam aksi tersebut, massa akan mengangkat empat isu utama: penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), Pengelolaan aset Kebondalem, persoalan Masjid Seribu Bulan serta perparkiran di Kabupaten Banyumas.

Rencana tersebut merupakan hasil rapat konsolidasi dan pembagian tugas ARB yang digelar, Sabtu (17/10/2026) yang di Pimpin Ananto Widagdo SH yang ditunjuk sebagai penanggung jawab aksi.

BPJS PBI hingga Trans Banyumas

Berdasarkan hasil rapat pada 17 Oktober kemarin, ARB menjadikan isu kesehatan sebagai salah satu perhatian utama. ARB menyoroti penonaktifan BPJS PBI yang disebut berdampak terhadap sekitar 130.000 peserta. Persoalan tersebut akan disampaikan melalui sejumlah orator dari berbagai elemen masyarakat.

Selain masalah BPJS PBI, persoalan layanan Trans Banyumas juga akan disinggung dalam sesi orasi bertema kesehatan.

Sementara itu, isu aset Kebondalem akan mengangkat pertanyaan mengenai pengelolaan dan transparansi pemanfaatan aset tersebut.

Dalam pergerakan aksi rakyat Banyumas ini, Ananto Widagdo ditunjuk sebagai orator utama dan didampingi perwakilan sejumlah organisasi. Adapun persoalan perparkiran akan disampaikan oleh perwakilan dari GRIB Banyumas. Sementara untuk isu Masjid Seribu Bulan akan disuarakan oleh perwakilan PSSR, Lang-Lang Jagat, dan Putra Nusantara.

Setiap orator diberi waktu maksimal 10 menit. Mereka diharapkan menyampaikan aspirasi secara jelas, tertib dan berbasis fakta sesuai dengan isu yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Posko Dibuka di Depan Menara Teratai

Untuk mendukung persiapan aksi, panitia menetapkan Posko Aksi Rakyat Banyumas di Jl. Bung Karno depan Menara Teratai Purwokerto. Peserta dijadwalkan berkumpul Pukul 10.00 Wib, sebelum kegiatan berlangsung di depan Kantor Bupati Banyumas sesuai koordinasi lapangan.

Dalam pergerakan itu, Ardi dari BST ditunjuk sebagai koordinator aksi. Koordinasi lapangan melibatkan seluruh ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (ormas), komunitas, dan paguyuban yang tergabung dalam ARB.

Panitia juga menyiapkan dua unit mobil komando, megafon serta alat peraga dan perlengkapan pendukung lainnya. ARB juga sudah menunjuk personal sebagai pengarah longmarch untuk membantu mengatur pergerakan massa agar tetap tertib dan memperhatikan keselamatan peserta maupun pengguna jalan.

Bukan Aksi Politik

Dalam notulen rapat, seluruh unsur yang terlibat diharapkan menjalankan tugas sesuai pembagian tanggung jawab, menjaga komunikasi dan koordinasi, serta mengutamakan ketertiban dan keselamatan.

Aksi tersebut direncanakan sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat terhadap sejumlah persoalan di Kabupaten Banyumas. Namun, hingga berita ini disusun, rincian tuntutan tertulis kepada pihak-pihak terkait belum tercantum dalam notulen rapat yang menjadi dasar pemberitaan ini.

Ananto menegaskan, bahwa aksi ini murni lahir dari keresahan masyarakat, bukan kepentingan politik tertentu.

"Kami pastikan bahwa aksi ini adalah aksi yang tidak ditunggangi kepentingan politik. Kita mengalir saja dari keresahan yang timbul di masyarakat, dari kebutuhan paling mendasar terkait kesehatan, sampai dengan persoalan-persoalan besar di Banyumas yang hingga kini masih belum ada titik solusinya," tegas Ananto, Minggu (18/10/20206) malam di Posko ARB.(Cpt)
Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan