Jawapes Sidoarjo – Dugaan tebang pilih Polresta Sidoarjo dalam penindakan judi sabung ayam di Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, yang disebut sebagai arena sabung ayam terbesar di Jawa Timur, justru membuat para penggemarnya semakin berani karena merasa aman dari jangkauan hukum.
Petugas datang pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, warga menilai kedatangan tersebut hanya formalitas karena aktivitas sabung ayam telah lebih dulu bubar.
“Itu hanya tindakan formalitas saja, datang setelah kegiatan sabung ayam selesai sehingga tidak menemukan aktivitas sabung ayam,” ujar seorang warga kepada Jawapes, Jumat (11/9/2026).
Warga meminta polisi membuktikan keseriusan dengan melakukan penindakan saat aktivitas berlangsung.
“Kalau memang mau ditindak tegas, kita lihat saja besok Sabtu dan Minggu apa mau datang saat aktivitas dari pagi hingga sore. Apa polisi berani grebek? Kalau datang malam lagi, ya pastinya sudah bubar,” tegasnya.
Pada hari yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan seluruh praktik perjudian harus ditindak tegas.
“Mulai dari beberapa waktu lalu, saya sudah perintahkan yang namanya perjudian apapun harus ditindak tegas. Kita tidak akan ragu untuk mengungkap dan menangkap sampai ke akar-akarnya, termasuk otak atau kepala pelakunya,” ungkap Listyo Sigit, Jumat (11/9/2026).
Kapolri juga menegaskan anggota yang terlibat dapat dikenai sanksi hingga Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH).
“Bagi anggota yang terlibat, akan dilakukan penindakan yang bersifat sanksi sampai dengan PTDH bila diperlukan,” ujarnya.
Namun, usai kedatangan petugas, aktivitas sabung ayam pada Sabtu-Minggu justru disebut semakin ramai. Seorang pengunjung mengaku telah mendatangi hampir seluruh arena sabung ayam di Jawa Timur.
“Saya hobi sabung ayam. Hampir seluruh Jawa Timur sudah saya datangi dan di sini merupakan yang paling besar dan dijamin aman lagi,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Seorang jurnalis yang menyamar masuk ke lokasi juga bertemu panitia berinisial R yang klaim arena tersebut aman karena telah “dikondisikan” mulai tingkat Polsek hingga Mabes Polri.
“Di sini aman, sudah dikondisikan. Mulai Polsek sampai Mabes,” ujar R.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan penindakan, terlebih Kapolri telah memerintahkan seluruh praktik perjudian ditindak tegas. Publik kini menunggu penjelasan Polresta Sidoarjo terkait dugaan “pengondisian” tersebut serta alasan tidak dilakukannya penindakan saat aktivitas berlangsung.
Seorang warga bahkan pesimistis pemberitaan maupun pengaduan masyarakat (Dumas) tidak mengubah kondisi tersebut.
“Percuma, Mas. Meskipun dimuat ratusan berita, Dumas bolak-balik tidak akan dihiraukan karena yang memback-up orang kuat sehingga Polresta Sidoarjo tidak mampu berbuat apa-apa,” ujarnya. (Red)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments