DP3APPKB Situbondo Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Kekerasan di Pesantren

Sekretaris DP3APPKB Situbondo memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara sosialisasi

Jawapes, SITUBONDO - Dalam upaya memberikan edukasi dan sebagai langkah preventif. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Situbondo menyelenggarakan Sosialisasi Santri Satu Jiwa Menolak Bullying dan Cegah Kekerasan di lingkungan pesantren.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren Sumber Bunga, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya saat membuka acara sosialisasi, Sekretaris pada DP3APPKB Situbondo, Agung Setyanto menjelaskan, hari ini DP3APPKB Situbondo menggelar sosialisasi untuk memberikan edukasi tentang pencegahan bullying di lingkungan pesantren. Rata-rata anak sudah banyak yang paham tentang arti bullying dan bagaimana cara mengantisipasinya. Pesantren adalah rumah kedua, yaitu sebagai tempat untuk menuntut ilmu, menempa akhlak, dan membangun persaudaraan. Di pesantren diajarkan ukhuwah Islamiyah, saling menghormati dan saling mengasihi. Namun tidak bisa menutup mata, kasus bullying masih menjadi tantangan di berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Bullying bisa berupa ejekan, pemukulan, pengucilan hingga perundungan di media sosial. Padahal bullying melukai 3 hal sekaligus, yaitu :

1. Melukai fisik : Sakit di badan.

2. Melukai Mental : hilang rasa percaya diri, trauma, hingga malas mondok.

3. Melukai Spirit : dapat menurunkan semangat menghafal dan beribadah. 

"Hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai pesantren itu sendiri. Oleh karena itu, hari ini kita gaungkan bersama dengan mengangkat tema: "Satu Jiwa Santri". Yaitu satu jiwa artinya santri senior melindungi junior, santri kuat menjaga yang lemah, santri pintar membimbing yang belum paham. Jadi tidak ada senioritas yang menindas, tetap yang ada adalah nilai kekeluargaan. Cegah bullying artinya kita lawan bersama, mulai hal kecil seperti ejekan, sampai hal besar seperti kekerasan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sekretaris DP3APPKB Situbondo menambahkan, ada 3 peran kunci untuk mencegah bullying di pesantren:

1. Peran Pengasuh da Ustadz : jadi teladan, tegas menindak, dan buka ruang aduan yang aman bagi santri.

2. Peran Santri : Jadilah "Upstander" bukan "Bystander". Berani membela teman, berani melapor. Ingat: Diam juga bagian dari membenarkan.

3. Peran Pemerintah dan Orang Tua : Lakukan pembinaan, pengawasan, dan edukasi berkelanjutan.

"Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen mendukung penuh Gerakan Pesantren Anti Bullying ini. Mari kita jadikan pesantren sebagai tempat yang aman, nyaman dan membahagiakan. Sebab santri yang bahagia akan menjadi ulama dan pemimpin hebat di masa depan," pungkasnya. (Fin)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan