Jawapes, SIDOARJO – Potensi pertanian herbal lokal di Kabupaten Sidoarjo terus mendapat perhatian sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal tersebut terlihat saat Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., melakukan kunjungan kerja ke UMKM Herbal Lokal Herbaroso, kebun kumis kucing (Orthosiphon aristatus), di Dusun Girang RT11 RW05, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Selasa (4/8/2026). Setibanya di lokasi Herbaroso, Hj. Mimik Idayana disambut Forkopimka Kecamatan Balongbendo, Kepala Desa Wonokupang beserta perangkat, para petani dan masyarakat.
Dengan suasana santai dan penuh keakraban, rombongan kemudian meninjau langsung kebun kumis kucing. Wakil Bupati juga berdialog dengan Mayor Mar Herwanto mengenai proses budidaya, perawatan hingga pemanenan tanaman herbal tersebut.
Dalam penjelasan pengelola, tanaman kumis kucing memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas herbal sekaligus menjadi alternatif usaha bagi masyarakat. Pembahasan juga mencakup berbagai manfaat yang secara tradisional dikaitkan dengan tanaman kumis kucing, di antaranya untuk membantu menjaga tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol.
Dari sisi budidaya, tanaman kumis kucing dapat mulai dipanen sekitar usia 1,5 bulan dan selanjutnya dapat dipanen kembali dalam rentang sekitar 1,5 hingga 2 bulan. Pemanenan dilakukan dengan memotong tanaman sekitar 20 sentimeter dari pangkal.
Kebun yang dikelola memiliki luas sekitar 7 x 50 meter dan selama ini relatif minim gangguan hama. Hasil panen kumis kucing basah disebut memiliki nilai jual sekitar Rp3.000 per kilogram. Potensi tersebut menjadi peluang yang dapat dikembangkan lebih luas apabila didukung pengelolaan, pendampingan, pengolahan produk dan pemasaran yang baik.
Hj. Mimik Idayana juga berdialog dengan warga dan memberikan motivasi agar masyarakat sekitar dapat melihat peluang budidaya tanaman kumis kucing sebagai salah satu alternatif untuk menambah penghasilan keluarga.
Menurutnya, potensi yang ada di desa harus terus dikembangkan melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah, petani, pelaku UMKM dan seluruh unsur terkait. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada Hj. Mimik Idayana sebagai “Emak’e Kumis Kucing Herbaroso Sidoarjo”. Pada kesempatan yang sama juga diberikan bantuan berupa satu unit pompa air pertanian untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan budidaya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para petani dalam menjaga ketersediaan air sehingga kegiatan budidaya tanaman herbal dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.
Danramil 0816/10 Balongbendo Kapten Inf Hendro Sugiono, S.H., mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung potensi masyarakat, khususnya di sektor pertanian herbal dan UMKM.
“Kehadiran kami dari Koramil merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat. Apa yang dilakukan para petani kumis kucing di Desa Wonokupang ini menunjukkan bahwa potensi lokal, apabila dikelola dengan tekun dan serius, dapat menjadi peluang ekonomi bagi keluarga maupun masyarakat,” ujar Kapten Hendro.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petani dalam mengelola lahan, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak. “Petani membutuhkan pendampingan, sarana pertanian, akses pemasaran dan pengetahuan dalam mengolah hasil panen. Karena itu, sinergitas antara petani, pemerintah desa, penyuluh, pelaku UMKM, pemerintah daerah, TNI-Polri dan unsur terkait sangat diperlukan,” jelasnya.
Kapten Hendro menilai UMKM Herbaroso merupakan contoh positif bagaimana hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.
“Kalau hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk seperti teh herbal dengan kemasan dan pemasaran yang baik, tentu nilai ekonominya akan meningkat. Masyarakat tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha sampai pada tahap pengolahan dan pemasaran,” tambahnya.
Ia berharap potensi tanaman kumis kucing dapat terus dikembangkan dengan memperhatikan kualitas budidaya, keberlanjutan produksi serta peluang pasar. Menurutnya, dukungan sarana pertanian seperti pompa air juga menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas petani.
“Kami berharap bantuan dan perhatian yang diberikan dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan para petani. Semoga usaha yang dirintis masyarakat semakin berkembang dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” ungkap Kapten Hendro.
Usai kegiatan di Herbaroso, rombongan melanjutkan kunjungan ke KDKMP Desa Bakalan Wringinpitu. Rombongan disambut Kepala Desa Bakalan Wringinpitu Bapak Asies Hermawan beserta perangkat, ketua dan pengurus KDKMP. Di lokasi tersebut, meninjau sarana dan prasarana KDKMP sekaligus memberikan arahan kepada pengurus. Ia mengajak seluruh pengurus dan masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan keberadaan koperasi kepada warga agar program tersebut dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.
KDKMP agar lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi anggota koperasi. KDKMP diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu wadah penguatan ekonomi masyarakat desa. Dengan pengelolaan yang profesional, transparan dan sesuai ketentuan, koperasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anggota sekaligus ikut mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Kapten Hendro menambahkan bahwa keberadaan KDKMP perlu didukung semangat kebersamaan dan rasa memiliki dari masyarakat. “Koperasi akan kuat apabila masyarakat ikut memiliki dan pengurus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap KDKMP dapat berkembang menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa Babinsa akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. “Babinsa harus selalu dekat dengan masyarakat. Kami siap membantu mengkomunikasikan berbagai kebutuhan masyarakat dengan pihak terkait. Kemajuan desa merupakan tanggung jawab bersama, sehingga semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus kita jaga,” tegasnya.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa potensi ekonomi desa dapat dikembangkan dari berbagai sektor. Pertanian herbal, UMKM dan koperasi dapat saling mendukung untuk menciptakan peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergitas antara pemerintah, TNI-Polri, petani, pelaku UMKM dan masyarakat, potensi lokal diharapkan tidak hanya menjadi kekayaan desa, tetapi mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi warga.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments