![]() |
| Aspirasi Masyarakat Tanggamus: Usulan Nama Batalyon Berbasis Sejarah Lokal |
Jawapes Tanggamus - Kabupaten Tanggamus merupakan daerah yang memiliki sejarah panjang serta identitas budaya yang kuat sebagai bagian dari masyarakat adat Lampung Saibatin (Pesisir). Perjalanan sejarah daerah ini tidak dapat dipisahkan dari peran para penyimbang adat, para pejuang, dan tokoh-tokoh yang telah meletakkan dasar perjalanan Tanggamus, termasuk sosok Batin Mangunang yang dikenal dalam sejarah Kotaagung.
Atas dasar itu, muncul aspirasi dari sebagian masyarakat agar setiap penamaan yang melekat pada suatu institusi atau simbol penting di Kabupaten Tanggamus juga mempertimbangkan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal. Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah, apakah dalam proses penamaan satuan militer yang bermarkas di Tanggamus telah melibatkan pandangan para penyimbang adat, budayawan, sejarawan, maupun tokoh masyarakat setempat?
Aspirasi ini bukan dimaksudkan untuk mengurangi penghormatan terhadap budaya Lampung Pepadun maupun nama Yonif TP 945/Pandu Pepadun Cakti. Sebaliknya, masyarakat berharap agar identitas budaya Lampung Saibatin yang menjadi bagian dari sejarah Tanggamus juga memperoleh ruang penghormatan yang seimbang dalam simbol-simbol yang hadir di wilayah ini.
Melibatkan para penyimbang adat dan tokoh sejarah dalam memberikan masukan merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus upaya menjaga nilai-nilai lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi Tanggamus pun layak dikenang melalui berbagai bentuk penghargaan yang sesuai.
Tentu, kewenangan penamaan satuan militer sepenuhnya berada pada institusi TNI dan pemerintah. Namun, menyampaikan aspirasi masyarakat secara santun, berdasarkan fakta sejarah, serta melalui mekanisme yang tepat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan wujud kepedulian terhadap pelestarian jati diri daerah.
Pada akhirnya, pertanyaan ini menjadi ruang diskusi bersama: Perlukah penamaan yang berkaitan dengan suatu daerah turut mempertimbangkan sejarah lokal dan melibatkan para penyimbang adat serta tokoh masyarakat sebagai bagian dari proses penghormatan terhadap identitas daerah?
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments