![]() |
| Rafi Wibisono saat menyaksikan Drag Bike dari panggung |
Jawapes, SIDOARJO – Ajang kejuaraan Drag Bike memperebutkan piala Bupati Cup berlangsung meriah. Ratusan motor roda dua mengeluarkan suara menggema di kawasan Perumahan Pondok Chandra, Minggu (14/6/2026). Sekitar 215 pembalap tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi wadah positif untuk menyalurkan hobi otomotif.
Lanjutan dari Sidoarjo Jayandaru 2 Stroke tersebut mendapat dukungan dari Bupati Sidoarjo, dengan tujuan menekan maraknya aksi balap liar di jalan raya.
Muchammad Rafi Wibisono mengatakan, kegiatan tersebut digelar bersama komunitas Sidoarjo Jayandaru 2 Stroke ini memperebutkan Piala Bupati Cup Drag Bike Sidoarjo.
"Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan drag bike sangat tinggi. Sejak sore hari, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 215 pembalap. Kami memang ingin memberikan wadah bagi para pecinta otomotif melalui kegiatan positif seperti ini,” katanya.
Lanjut Rafi, untuk mensukseskan kejuaraan piala Bupati Cup Drag Bike, anggaran dari pokir kami alokasikan sebesar Rp150 juta. "Dengan anggaran tersebut, digunakan juga untuk pemenang 1 hingga 5. Utamanya ada uang pembinaan, trofi, dan sertifikat. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan juara umum di beberapa kategori, termasuk kategori pembalap pemula," urainya.
Seluruh peserta yang mengikuti kejuaraan dipastikan telah mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
“Ini menjadi salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi demi keamanan dan keselamatan peserta selama mengikuti perlombaan,” jelas Rafi.
Sebagai wakil rakyat, Rafi menyampaikan rasa kepeduliannya terhadap banyaknya anak muda pecinta motor yang selama ini masih melakukan balap liar di jalan raya, terutama pada malam hari. "Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun masyarakat," tandas Rafi yang merupakan anggota Komisi A Fraksi PKB.
Rafi juga berharap, dengan diselenggarakan kejuaraan drag bike, supaya tidak ada lagi yang melakukan balap liar. Kami sudah menyediakan tempat sirkuitnya walau masih sementara, namun jika masih tetap ada yang balap liar, ya akan dilakukan operasi besar-besaran.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo agar segera merealisasikan pembangunan sirkuit yang telah direncanakan di Kecamatan Sedati.
“Berharap pembangunan sirkuit bisa terealisasi pada tahun 2027. Informasi terakhir dari Disporapar, rencana pembangunan tahun 2026 belum bisa terlaksana karena anggaran belum disetujui dan terdampak efisiensi. Tahun ini akan kembali diajukan agar bisa segera direalisasikan,” pungkasnya. (Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments