![]() |
| Foto : Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Universitas Sumatera Utara (USU) di Balai Keselamatan Sosial Kota Medan |
Berdasarkan hasil asesmen melalui wawancara dan observasi, diketahui bahwa APK merupakan salah satu peserta aktif dalam Program Rumah Literasi. Sebelum mengikuti program, APK mengaku bahwa aktivitas sehari-harinya hanya berfokus pada kegiatan sekolah seperti biasa dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah setelah pulang sekolah. Selain itu, APK juga belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin dan masih membutuhkan dukungan dalam mengembangkan minat belajar di luar lingkungan sekolah.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa APK memiliki ketertarikan pada mata pelajaran Matematika serta aktif mengikuti kegiatan pembelajaran yang tersedia di Rumah Literasi. APK juga menyukai kegiatan kuis edukatif dan menggambar. Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan motivasi belajar dan partisipasinya dalam berbagai kegiatan pendidikan.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, penulis melakukan pendampingan melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Literasi. Pendampingan dilakukan dengan membangun hubungan yang baik dengan penerima manfaat, memberikan dukungan selama proses belajar, serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan. Selain itu, penulis juga melakukan observasi terhadap perkembangan yang dialami APK selama mengikuti program.
Selama proses pendampingan, APK menunjukkan perubahan yang cukup positif. APK mengaku merasa senang mengikuti kegiatan Rumah Literasi karena memperoleh banyak teman baru dan memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai aktivitas yang menarik. Menurutnya, kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena dilakukan bersama teman-teman sebaya dalam suasana yang santai dan interaktif.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa APK mengalami peningkatan semangat belajar dan keterlibatan yang lebih aktif dalam kegiatan edukatif. Program Rumah Literasi tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek akademik, tetapi juga membantu perkembangan sosial anak melalui interaksi dengan teman sebaya dan lingkungan yang mendukung. Keberadaan program ini menjadi ruang bagi anak untuk belajar, bermain, serta mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Dalam perspektif pekerjaan sosial, Program Rumah Literasi merupakan salah satu bentuk intervensi berbasis komunitas yang bertujuan mendukung perkembangan anak melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di masyarakat. Pendekatan Community Organization and Community Development (COCD) menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, kerja sama berbagai pihak, serta pengembangan potensi yang dimiliki komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Melalui kolaborasi antara Human Initiative Sumatera Utara, PT Pelindo Regional 1, keluarga, dan masyarakat sekitar, program ini mampu memberikan dukungan yang bermanfaat bagi perkembangan anak.
Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pengalaman yang berharga mengenai pentingnya peran pekerja sosial dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada upaya mengembangkan potensi dan memperkuat kemampuan yang dimiliki oleh anak sebagai penerima manfaat. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa proses pendampingan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu anak untuk lebih percaya diri, aktif berpartisipasi, dan termotivasi dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos selaku dosen pembimbing mata kuliah yang telah memberikan arahan dan masukan selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Randa Putra Kasea Sinaga, S.Sos., M.Kesos selaku supervisor sekolah yang telah memberikan bimbingan selama pelaksanaan PKL. Selain itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada Human Initiative Regional Sumatera Utara selaku tempat pelaksanaan PKL, khususnya kepada Bang Muhammad Iqbal selaku supervisor lembaga yang telah memberikan kesempatan, arahan, serta pengalaman berharga selama pelaksanaan PKL.
Melalui pengalaman ini, penulis belajar bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila memperoleh dukungan, kesempatan, dan lingkungan yang tepat. Kehadiran Program Rumah Literasi menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga sosial, sektor swasta, dan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan dan perkembangan anak. Dengan adanya program yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita mereka di masa depan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Pendidikan merupakan sarana penting yang dapat membuka peluang dan menciptakan perubahan yang lebih baik. Oleh karena itu, dukungan terhadap program-program pendidikan berbasis komunitas seperti Rumah Literasi perlu terus ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak dan masyarakat.
![]() |
| Foto : Agnes Manjorang |
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments