Dewan Pendiri Jawapes Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto ST CPLA menegaskan, kemandirian petani dan penguatan produksi lokal menjadi kunci utama menghadapi tantangan pangan nasional.
“Kalau petani maju dan desa kuat, ekonomi rakyat juga ikut bangkit. JARAN KEPANG hadir sebagai langkah nyata untuk masa depan pangan Indonesia,” tegas Rizal, Kamis (14/5/2026).
Selama 14 tahun, Jawapes membina kelompok tani melalui pendampingan pertanian, edukasi pengelolaan lahan, peningkatan produksi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Koordinator Lapangan JARAN KEPANG, Giyono, ST mengatakan, sejak 2018 pihaknya merintis Pupuk Organik Cair (POC) Etana untuk memperbaiki lahan rusak, menyehatkan tanaman, dan meningkatkan hasil panen secara ramah lingkungan.
“Kami ingin petani Indonesia lebih mandiri, biaya produksi lebih ringan, dan hasil panen semakin maksimal,” ujar Giyono.
Konsultan Produksi Pupuk, Gus Erik menjelaskan, POC Etana telah diuji di berbagai kondisi tanah di Pulau Jawa hingga Sumatra dan terbukti mampu memperbaiki unsur tanah rusak serta meningkatkan kualitas dan kuantitas panen.
Menurutnya, POC Etana memiliki sistem generatif dan vegetatif yang saling terhubung sehingga petani tidak lagi bergantung pada pupuk dasar, fungisida, maupun insektisida tambahan. Setelah dicampur air dan disiram ke tanah, kandungannya langsung bekerja layaknya unsur NPK untuk membantu pertumbuhan tanaman secara optimal.
“Biaya lebih murah, hasil panen lebih besar dan berkualitas. Pupuk Etana menjadi solusi pertanian modern untuk mewujudkan ketahanan pangan dan lingkungan hijau di masa depan,” ungkap Gus Erik. (Tim)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments