SMP Telkom Purwokerto, Segera Luncurkan Film Babad Baturraden Bebasis AI Pada 5 Mei 2026

Ilustrasi film animasi Blabad Baturraden berbasis AI, produksi SMP Telkom Purwokerto 

Jawapes, BANYUMAS - SMP Telkom Purwokerto sedang memproduksi film animasi "Babad Baturraden" berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan judul Jejak Cahaya dari Timur. Film Babad Baturraden mengambil versi dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi mendapat arahan cerita dari sejarahwan Banyumas Prof. Dr. Sugeng Priyadi M.Hum dan Budayawan Banyumas Ahmad Tohari.

Kepala SMP Telkom Purwokerto Widyatmoko ST., MMT., MBA mengatakan, bahwa arus globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini menjadikan budaya lokal di daerah punya tantangan sekaligus peluang baru. Dampak globalisasi dan teknologi menjadikan masyarakat, khususnya anak muda lebih kenal budaya luar. Pembuatan film ini diharapkan menjadi karya bernilai edukatif, budaya, inspiratif bagi masyarakat dan dapat terus memberi makna bagi generasi selanjutnya.

"Film ini juga memperkenalkan dan melestarikan kisah Babad Baturraden dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi sebagai alternatif narasi sejarah dan budaya yang jarang diangkat, sekaligus menyampaikan nilai iman, kesetiaan, pengabdian dan hikmah yang relevan bagi masyarakat masa kini," katanya.

Widyatmoko menambahkan, film tersebut di sutradarai oleh Deuis Nur Astrida, visual dan animasi AI Nurkintani Lisan, Editing Ais Pratama Islami Putri dan Music Fani Nuruz Zamani ini rencana akan diluncurkan pada tanggal 5 Mei mendatang di Gedung Arpsda Kabupaten Banyumas.

Sutradara film Babad Baturaden, Deuis Nur Astrida M.Kom mengatakan, pembuatan film berbasis AI tersebut untuk mendorong pemanfaatan teknologi kreatif. Menurutnya, pemanfaatan AI yaitu untuk pengembangan dan penyebaran konten budaya dan sejarah Baturraden kepada masyarakat luas, agar lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Deuis menjelaskan, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai media utama penciptaan visual dan audio, dipilih agar dapat membuka kemungkinan baru dalam produksi film, sekaligus menghadirkan cerita Babad Baturraden secara lebih efisien, kreatif dan adaptif. 

"Terkait dengan cerita, kami tim pembuat film sudah berkoordinasi dan meminta arahan dari beberapa tokoh di Banyumas yaitu Sejarahwan Banyumas Prof. Sugeng Priyadi dan Budayawan Banyumas Bapak Ahmad Tohari. Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, dalam hal ini Kantor Arpusda dan Dinkominfo," jelasnya.

Deuis juga mengaku, film animasi Babad Baturraden berjudul Jejak Cahaya dari Timur dibuat dalam rangkaian ulang tahun SMP Telkom Purwokerto yang ke 10, dan dipersembahkan untuk Pemerintah dan masyarakat Banyumas, mengingat Baturraden merupakan wilayah yang memiliki kekayaan sejarah dan cerita rakyat yang membentuk identitas budaya masyarakat Banyumas. 

"Satu kisah penting film ini adalah cerita tentang babad alas, yaitu awal mula terbentuknya kawasan ini. Versi ini tidak seperti cerita yang sudah banyak dikenal masyarakat, yaitu Batur dan Raden, tetapi berasal dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi masih jarang diangkat dan diperkenalkan secara luas," lanjutnya. 

Dengan mengangkat sudut pandang yang berbeda, film ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman masyarakat terhadap asal-usul Baturraden sebagai daerah yang kaya akan cerita dan budayanya.(Cpt)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan