Forkopimka Waru Sepakati Penghentian Sementara Pembakaran Sampah di Kepuhkiriman


Jawapes, SIDOARJO – Kepedulian terhadap kesehatan lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Hal ini tercermin dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kecamatan Waru pada Kamis (16/4/2026), guna membahas polemik pembakaran sampah di Desa Kepuhkiriman yang sempat menimbulkan keresahan warga.

Rapat yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan ini dipimpin langsung oleh Camat Waru, Ach. Farkan Jazuli, S.STP., M.M., serta dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan DLHK Kabupaten Sidoarjo Syaiful, Dinas Perizinan Yusuf, Kasi Trantibum Satpol PP Novianto, Kapolsek Waru Kompol M. Amin, hingga Danramil 0816/16 Waru Kapten Cba Syaifuddin yang diwakili oleh Babinsa Peltu Yossi.

Turut hadir dalam forum tersebut Pj. Kepala Desa Kepuhkiriman A. Fathoni, Ketua RT03 RW04 Muzakki, pelaku usaha pengelolaan sampah Pak Mat, serta warga terdampak, Chika. Kehadiran semua pihak ini menjadi cerminan kuatnya komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan secara terbuka dan berimbang.

Sejak awal, rapat berlangsung dengan pendekatan humanis. Warga terdampak diberi ruang untuk menyampaikan langsung keluhan yang dirasakan, terutama terkait dampak asap pembakaran terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Di sisi lain, pihak pengelola sampah juga memaparkan kondisi di lapangan, termasuk berbagai kendala dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Diskusi pun berjalan dinamis, sarat dengan semangat saling memahami. Kasi Trantibum Satpol PP Novianto menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan perizinan dalam setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Senada dengan itu, Kapolsek Waru Kompol M. Amin mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban serta mengedepankan solusi yang tidak merugikan masyarakat luas.

Melalui musyawarah yang matang dan penuh pertimbangan, forum akhirnya mencapai kesepakatan bersama: kegiatan pembakaran sampah residu di lokasi RT 03 RW 04 Desa Kepuhkiriman dihentikan sementara hingga seluruh proses perizinan terpenuhi dan sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan dapat diterapkan.

Keputusan ini menjadi langkah bijak yang tidak hanya mengedepankan aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi penataan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, tertib, dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Babinsa Koramil 0816/16 Waru Peltu Yossi menegaskan bahwa TNI hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.  

“Permasalahan ini bukan sekadar tentang sampah, tetapi menyangkut kualitas hidup dan masa depan lingkungan kita bersama. Kami akan terus mendampingi, menjembatani komunikasi, serta memastikan situasi tetap kondusif agar solusi yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Rapat diakhiri dengan suasana penuh kehangatan, ditandai dengan kesepahaman dan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan harmonis. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Langkah ini menjadi bukti bahwa dengan komunikasi terbuka, kepedulian bersama, serta sinergi lintas sektor, setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bijak. Desa Kepuhkiriman pun kini menatap harapan baru menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan tetap menjaga keharmonisan antar warga.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan