Ning Lia Istifhama Apresiasi Perhutani Gencarkan Tanam Mangrove untuk Penghijauan


Ning Lia Istifhama Apresiasi Perhutani Gencarkan Tanam Mangrove untuk Penghijauan

Jawapes Lumajang - Ancaman krisis lingkungan akibat emisi karbon terus membayangi seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Di tengah kondisi itu, Anggota DPD RI, Lia Istifhama menilai langkah Perhutani dalam menggencarkan penanaman mangrove sebagai upaya konkret menjaga keseimbangan alam.

Menurutnya, upaya tersebut menjadi sangat penting di tengah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang berdampak pada emisi karbon dioksida (CO₂). Dalam kunjungan tersebut Ning Lia disambut langsung Direktur Utama Perhutani Tio Handoko, Direktur Komersial Anggar Widiyatmoko, dan Direktur SDM, Umum dan IT Andus Winarno.

Dalam pernyataannya, Ning Lia menyinggung fenomena tingginya kepemilikan kendaraan bermotor di masyarakat yang turut berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).

“Selama ini PAD banyak ditopang dari pajak kendaraan bermotor. Tapi ke depan, saya berharap pemerintah daerah seharusnya mulai mencari sumber pendapatan lain yang lebih ramah lingkungan,” ujar Ning Lia saat berkunjung ke Kantor Perhutani Jatim di Genteng Kali, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, ketergantungan terhadap pajak kendaraan berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah kendaraan yang berbanding lurus dengan peningkatan emisi karbon dan risiko kerusakan lingkungan. Sebagai solusi, Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah itu mendorong pendekatan berbasis lingkungan, termasuk penguatan program penghijauan dan pelestarian hutan.


Senator Jatim itu pun menyambut baik gerakan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam program penghijauan bersama Perhutani. Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) dengan meningkatkan kesadaran menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari gaya hidup.


“Kesadaran kolektif masyarakat untuk giat menanam dan menjaga lingkungan menjadi kunci utama keberlanjutan ekosistem,” terangnya dalam keterangan tertulis, Ahad (29/03/2026).


Sementara itu, Direktur Utama Perhutani, Tio Handoko menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di tengah pertumbuhan populasi dan kendaraan bermotor. Ia mengungkapkan, saat ini jumlah kendaraan bermotor di Indonesia telah mencapai sekitar 140 juta unit, berbanding dengan jumlah penduduk yang mencapai 280 juta jiwa.

Logikanya, jumlah kelahiran manusia di Indonesia terjadi sangat cepat, yakni setiap 7 detik satu orang lahir. Di sisi lain, jumlah kendaraan bermotor sudah mencapai sekitar 140 juta unit, dengan perbandingan 1 kendaraan untuk setiap 2 orang. Bahkan secara sederhana, diperkirakan setiap 14 detik lahir satu kendaraan bermotor—menunjukkan pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat dan hampir menyaingi laju pertumbuhan penduduk.


“Setiap manusia membutuhkan oksigen, sementara kendaraan menghasilkan CO₂. Satu-satunya yang mampu mengubah CO₂ menjadi oksigen adalah pohon. Karena itu, penanaman pohon menjadi sangat penting,” jelasnya.


Teo juga menyoroti posisi Perhutani yang berada di Pulau Jawa sebagai salah satu wilayah terpadat di dunia, sehingga kebutuhan akan udara bersih dan sumber air menjadi tantangan besar ke depan. “Kami khawatir jika hutan tidak dijaga, sumber mata air akan mengering. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap bisa menikmati air bersih dan udara segar,” tambahnya.


Lebih lanjut, Perhutani terus menggalakkan gerakan penanaman pohon secara berkelanjutan, mulai dari mangrove, tanaman hutan, hingga penghijauan di kawasan jalan dan pertanian. “Bagi kami, menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi sudah menjadi napas kehidupan. Setiap hari kami menanam, baik disorot maupun tidak,” pungkasnya.

(Eko/Humas)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan