Jawapes Surabaya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial kini berada di bawah sorotan keras. Dewan Pendiri Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes), Rizal Diansyah Soesanto, ST, CPLA menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada konsep, tetapi pada pelaksanaan yang lemah, belum siap, dan berisiko tinggi.
“Program ini sangat baik karena menyentuh kebutuhan dasar anak-anak. Tapi implementasinya lemah dan harus dibenahi total,” ujar Rizal saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (27/3/2026).
Kualitas makanan di lapangan dinilai belum konsisten, mulai dari porsi, kandungan gizi, hingga kelayakan konsumsi. Dugaan kasus keracunan di sejumlah daerah menjadi peringatan serius bahwa standar keamanan belum berjalan maksimal.
“Ini menyangkut kesehatan generasi bangsa. Tidak boleh ada kompromi soal kualitas,” kata Rizal.
Besarnya anggaran MBG yang tidak diimbangi pengawasan kuat dinilai membuka celah penyimpangan. Ia mengingatkan munculnya pola “korupsi gaya baru” yang tidak kasat mata, tetapi terjadi melalui permainan kualitas, volume, dan sistem distribusi.
“Ini bukan korupsi konvensional. Permainannya lebih halus, tapi dampaknya besar,” jelas Rizal.
Ia menyoroti lemahnya penunjukan mitra dapur, potensi mark-up bahan baku, penurunan kualitas makanan demi keuntungan, serta distribusi yang tidak sesuai data riil. Minimnya audit lapangan independen memperbesar risiko penyimpangan.
Terkait penutupan sejumlah dapur MBG, ia menilai langkah evaluasi dan penghentian sementara sudah tepat untuk mencegah risiko lebih luas.
“Lebih baik dihentikan sementara untuk diperbaiki daripada dipaksakan tapi berbahaya,” ungkap Rizal.
Ia juga meluruskan isu viral bahwa MBG akan dihentikan.
“Ini bukan dihentikan, tapi dibenahi. Program akan tetap berjalan dengan sistem yang bersih dan profesional,” tegas Rizal.
Ia mengajak masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan setiap indikasi penyimpangan agar program tetap tepat sasaran.
“Masyarakat jangan diam. Jika ada penyimpangan, laporkan. Ini program untuk rakyat dan harus dijaga bersama,” ajak Rizal.
Ia menekankan pembenahan menyeluruh dari pengadaan hingga distribusi mutlak dilakukan agar program tidak berubah menjadi beban anggaran tanpa hasil nyata.
“Kalau tidak dibenahi sekarang, kepercayaan publik akan hilang,” pungkas Rizal.
Program MBG dinilai tetap strategis untuk perbaikan gizi nasional, namun hanya akan berhasil jika dijalankan dengan integritas, transparansi, dan pengawasan ketat. (Red)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments