Jawapes Lumajang – Kapolsek Pasirian Iptu Loni Roi Madhona bersama jajaran Forkopimca Pasirian menghadiri rapat koordinasi (rakor) terkait kondusifitas pemerintahan di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Senin (30/3/2026) sore.
Rakor yang digelar di ruang rapat Kantor Kecamatan Pasirian sekitar pukul 15.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Camat Pasirian Adma Teguh Pambudi. Kegiatan ini digelar sebagai respons atas adanya konflik antara Pj. Kepala Desa Bago dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bago, termasuk insiden dugaan pelemparan bondet di rumah Ketua BPD.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Camat Pasirian, Kapolsek Pasirian, Pj. Kepala Desa Bago Wahyudi Ekanata, ST, Ketua dan anggota BPD Desa Bago, Sekretaris Kecamatan, Kasi Pemerintahan Kecamatan, serta Kanit Intelkam Polsek Pasirian.
Camat Pasirian Adma Teguh Pambudi dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah, khususnya pasca kejadian pelemparan bondet yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
“Kami berharap kejadian tersebut tidak semakin menyulut permasalahan yang lebih besar. Semua pihak juga diminta membatasi komunikasi dengan pihak luar yang berpotensi memanfaatkan situasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kesalahpahaman antara pemerintah desa dan perangkat desa tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengadu domba. Selain itu, Pj. Kepala Desa diminta bijak dalam melibatkan pihak luar dalam setiap kebijakan.
Sementara itu, Kapolsek Pasirian Iptu Loni Roi Madhona menegaskan bahwa Desa Bago memerlukan perhatian serius terkait stabilitas keamanan dan potensi kriminalitas.
“Perbedaan dan kesalahpahaman antara Pemerintah Desa dan BPD diharapkan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Semua pihak harus menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik,” katanya.
Ia juga menyinggung adanya laporan kinerja Pj. Kepala Desa yang disampaikan BPD kepada Bupati, agar tidak menjadi pemicu konflik berkepanjangan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BPD Desa Bago menegaskan bahwa laporan yang disampaikan murni sebagai bentuk fungsi pengawasan, bukan untuk menjatuhkan atau menggantikan Pj. Kepala Desa.
“Tidak ada kepentingan lain. Ini murni bagian dari tugas kami dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa,” ungkapnya.
Selain itu, pihak BPD juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait meningkatnya kriminalitas di wilayah Dusun Timur Curah dan Rekesan, serta berharap pemerintah desa lebih responsif terhadap setiap kejadian di lapangan.
Di sisi lain, Pj. Kepala Desa Bago Wahyudi Ekanata berharap kasus pelemparan bondet dapat diusut tuntas agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami berharap kasus ini bisa segera terungkap, sehingga jelas siapa pelaku dan apa motifnya. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Dari hasil rakor tersebut, seluruh pihak sepakat untuk memperbaiki hubungan dan membangun sinergi antara pemerintah desa dan BPD demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Kapolsek Pasirian menambahkan, dalam waktu dekat pihak kecamatan akan melakukan pembinaan kepada perangkat dan staf Desa Bago guna memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang harmonis dan profesional.
( Eko)
View
Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments