![]() |
| Rawan Suwardjo menjadi tukang becak sejak usia 19 tahun, dari tahun 1967 hingga kini 2026 |
Jawapes, BANYUMAS - Rawan Suwardjo kelahiran Banjarnegara 12 Mei 1948 sudah menginjak usia 78 tahun, adalah salah satu dari sekian banyak orang yang bekerja sebagai tukang becak (andong becak) di Purwokerto dan hingga sampai saat ini, Ia masih menjalani pekerjaan itu. Meski ke tiga anaknya telah berumah tangga dan memiliki empat cucu, namun energik Rawan Suwardjo tak kalah dengan anak muda jaman sekarang.
Rawan Suwardjo yang sudah menetap sebagai warga RT.01/RW.03 Kelurahan Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas saat di wawancarai awak media mengungkapkan, bahwa awal bekerja sebagai tukang becak itu pada tahun 1967 saat itu pas ada pembangunan jembatan kober di depan Stasiun Purwokerto dan kurang lebih berusia 19 tahunan.
"Saya andong becak di Purwokerto saat usia kurang lebih 19 tahun hingga sekarang, ungkapnya.
Becak, dulu Ia sewa, lanjutnya. Dan pada tahun 1979 sempat andong becak diwilayah Purbalingga. Waktu itu sering anter anaknya Bos Donghing yang saat ini hidupnya di Purbalingga.
"Pada tahun 1990, saya dikasih becak oleh Bos Donghing orang Purbalingga. Ini becaknya masih awet," ucap Rawan sambil ketawa kepada wartawan, Kamis (26/02/2026).
Saya kembali lagi ke Purwokerto, lupa tahunnya dan andong becaknya di Pasar Kejawar Arcawinangun, di sekolah MAN 1, di Jl. Becak Merdeka kemudian sekarang di Jl. Jend. Soedirman Purwokerto.
"Gemiyen karo siki beda banget mas, andong gemiyen bisa nggo kebutuhan..nek siki abot rasane. Untunge siki wis ora nana ragad gede, anaku telune wis pada mentas, wis mending lah mas (Dulu dengan sekarang berbeda banget mas, dulu andong bisa buat kebutuhan.... tapi sekarang berat rasanya. Untungnya sekarang sudah tidak ada biaya kebutuhan besar, anak tiga sudah pada nikah, jadi sudah mendingan mas)," ujar Rawan sembari menunggu ada penumpang.
Rawan juga mengeluhkan, bahwa kondisi sekarang becak terkalahkan dengan kendaraan penumpang lainnya. Ada gojeg motor, gojeg mobil dan lain-lain.
"Gemiyen ora akeh ewong, andong becak bisa olih duit sekang penumpang, siki akeh wong malah angel digolet duite hehehehe....(Dulu tidak banyak orangnya, andong becak bisa dapat uang, sekarang banyak orang malah duit susah dicari)," keluhnya.
Saat ditanya penghasilan dari andong becak, Rawan mengatakan, setiap harinya saat ini saya jam 8 sampai jam 16.00 Wib, terkadang juga sampai magrib paling dapat uang 10.000, 20.000 maksimal 50.000 pernah juga tidak dapat duit sama sekali.
"Penghasilanku sekie ora mesti, kadang olih duit Rp.10.000, Rp.20.000 maksimal Rp.50.000 pernah juga blong ora olih duit (Penghasilan sekarang tidak pasti, kadang dapat uang Rp.10.000, Rp.20.000 maksimal rp.50.000 terkadang tidak dapat uang sama sekali)," katanya.(Cpt)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments