Safari Ramadan 1447 H, Bupati Pacitan Dorong Ronthek Gugah Sahur Jadi Identitas Daerah

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji saat sampaikan tradisi ronthek gugah sahur

Jawapes, PACITAN - Bupati Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi perkembangan seni tradisi ronthek gugah sahur yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun. Tradisi khas daerah tersebut dinilai mampu memberikan warna sekaligus hiburan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati terhadap perkembangan seni ronthek gugah sahur yang terus menunjukkan peningkatan kualitas, baik dari sisi kreativitas maupun penampilan kelompok ronthek di berbagai desa.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Indrata Nur Bayuaji saat melaksanakan agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah. Di waktu yang sama, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah juga menggelar kegiatan serupa di lokasi berbeda.

Kegiatan berlangsung pada Selasa (24/02), bertepatan dengan hari kedua rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Pacitan tahun 1447 H.

Bupati saat beri santunan ke anak yatim

Safari Ramadan Bupati digelar di Masjid Setroketipo, Desa Nanggungan, Kecamatan Pacitan. Sementara Wakil Bupati melaksanakan silaturahmi di Masjid Nurul Huda, Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan.

Menurut Bupati, seni ronthek gugah sahur merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Pacitan yang memiliki nilai budaya tinggi. Jika dikelola dengan baik dan terus dijaga kualitasnya, tradisi ini dapat menjadi identitas daerah sekaligus mengangkat nama Pacitan di tingkat yang lebih luas.

“Jika kesenian tradisi ini bisa terus dijaga dan dibuat semakin baik justru akan mengangkat nama Pacitan,” ungkapnya.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga dan mengawal tradisi ronthek agar tetap berjalan tertib, berkualitas, serta membawa dampak positif. Ia menekankan pentingnya perbaikan dari waktu ke waktu, terutama terhadap hal-hal yang sebelumnya dinilai kurang baik.

Desa Nanggungan sendiri diketahui memiliki kelompok ronthek yang cukup besar dan aktif. Keberadaan kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan seni ronthek gugah sahur dari masa ke masa.

“Mari sama-sama kita jaga. Kalau dulu masih ada hal-hal yang kurang baik mari ke depan kita perbaiki sehingga semakin baik,” pungkasnya.

Safari Ramadan 1447 H ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam melestarikan seni budaya lokal. (Not)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan