Program JIAT di kabupaten Lumajang, salah satunya di Desa Kraton bermanfaat buat Petani

Jawapes LUMAJANG - Kementerian pekerjaan umum , direktorat jenderal sumber daya air, balai besar wilayah sungai Brantas, NVT air tanah dan air baku kerjakan Jaringan Irigasi Air Tanah di Lumajang, Kamis ( 15/1/2026).

BBWS Brantas melaksanakan program pembangunan dan rehabilitasi Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) secara masif di berbagai wilayah Jawa Timur pada tahun 2025, salah satunya kabupaten Lumajang untuk mendukung swasembada pangan nasional. Program ini mencakup pembangunan sumur bor, rumah pompa, dan jaringan pipa.

Tujuan: Mendukung swasembada pangan nasional, mengatasi kekeringan, dan memastikan ketersediaan air pertanian secara berkelanjutan, sejalan dengan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2025.

Dampak: Meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah tadah hujan atau sulit air. 
Program ini merupakan bentuk sinergi antara BBWS Brantas (Kementerian PU) dengan Kementerian Pertanian untuk memperkuat infrastruktur air, terutama saat musim kemarau. 

Sumur JIAT di kabupaten Lumajang ada beberapa titik seperti sumur JIAT
Nomor sumur : SDLJ 1029 di Desa kraton kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang dimana sesuai papan prasasti ada di tahun anggaran 2025 sedangkan debit 22 liter /detik.

Dari pantauan awak media dan lembaga swadaya masyarakat jaringan warga peduli sosial kabupaten Lumajang JIAT ada di beberapa titik seperti di desa Gesang, Pandawangi, Bago, Desa Selak awar - Awar, Desa Pasiran.

Pekerjaan ini berharap pihak terkait mulai dari pengawas, pemborong ataupun dari BBWS BRANTAS, selalu bekerja sama dengan harapan pekerjaan ini cepat selesai dan berguna bagi petani dan masyarakat sekitarnya.

" Walaupun program ini dari pusat berharap papan informasi dan besar anggaran harus jelas, sehingga masyarakat paham dan tidak menimbulkan pemikiran yang negatif," tindasnya.

Dari pihak lembaga swadaya masyarakat jaringan warga peduli sosial kabupaten Lumajang masih mencari informasi tambahan dari dinas dpkp maupun pemerintah daerah kabupaten Lumajang untuk mencari data terbaru dan tentunya pekerjaan ini harus selesai tepat waktu, karena semua menggunakan dana atau uang rakyat.

Dilihat dari tahun anggaran 2025 dan sekarang sudah tahun 2026, untuk itu kami membutuhkan data yang akurat dan kemudian kami akan publish ke masyarakat Lumajang, sekedar informasi saja bahwa salah satu fungsi media sebagai kontrol sosial dan dan berharap JIAT ini bisa selesai tepat waktu dan segera di manfaatkan untuk kepentingan umum dalam hal ini petani, bila pekerjaan ini belum selesai tepat waktu berarti ada hal hal yang segera di perbaiki.

Kesimpulan program yang baik dan bermanfaat ini sangat membantu petani dan bila mana ada persoalan terkait teknis, kami yakin bisa terselesaikan dengan baik pula.

Saat awak media konfirmasi ke beberapa kepala desa, mereka mengimami bahwa ada pekerjaan sumur bor untuk pertanian, tetapi hanya terkait lokasi sedangkan pekerja dan dana semua dihendel dari pihak BBWS Brantas, pun demikian mereka berterima kasih atas program JIAT ini karena bisa membantu petani bila kekurangan air bisa alternatif sumur bor ini.

Seperti lokasi di desa Bago kecamatan Pasirian dimana hasil pengerjaan cukup baik dan kedepannya bisa segera membantu petani di bidang irigasi dan bisa menjadi cadangan bila kondisi air sulit maka rumah pipa ini bisa menjadi salah satu alternatif.

( Eko )

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan