Dapur MBG Bukan Sekadar Masak: Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung Bergerak Renovasi Sekolah di Tanggamus

Yayasan nusantara alam abadi lampung
Firlinda, S.H., M.Kn, ketua Yayasan Nusantara Alama Abadi Lampung


Jawapes Tanggamus – Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung menindaklanjuti arahan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Ibu Nanik Sudaryati Deyang, yang mengajak seluruh pemilik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lebih peduli terhadap kondisi sekolah.


Tak hanya fokus pada pemenuhan asupan gizi anak-anak, yayasan ini menegaskan komitmennya untuk memastikan lingkungan belajar siswa berada dalam kondisi aman, layak, dan bermartabat.

Hal tersebut disampaikan saat Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung dikonfirmasi awak media di Kantor Yayasan yang berlokasi di Pekon Kota Batu, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Jum'at (6/2/2026).


“Keberadaan dapur MBG bukan sekadar unit produksi makanan, melainkan simbol kepedulian. Sangat ironis jika kita memberikan makanan bergizi, namun anak-anak belajar di bawah atap sekolah yang hampir roboh atau dinding yang retak,” tegas Firlinda.


Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung saat ini menaungi lima dapur MBG di Kabupaten Tanggamus serta satu dapur MBG di Desa Pahawang, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran.


Melalui peran strategis tersebut, yayasan mengajak seluruh mitra dapur MBG untuk ikut peduli terhadap kondisi sekolah di sekitarnya.


“Kami mengajak para mitra dapur MBG untuk melihat sekeliling. Mari kita pastikan, selain perut yang kenyang, anak-anak juga memiliki ruang kelas yang aman dan bermartabat. Dapur MBG adalah bagian dari ekosistem sekolah, bukan entitas yang terpisah,” lanjutnya.


Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, Firlinda, S.H., M.H., M.Kn., mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan renovasi di dua sekolah dasar, yakni SD Negeri 1 Kota Batu dan SD Negeri 2 Kuripan.


“Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak SD dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang kami bantu, khususnya renovasi toilet dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Firlinda.


Ia menegaskan, renovasi sekolah bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan bentuk nyata investasi jangka panjang bagi kesehatan, keselamatan, dan martabat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


“Ini adalah wujud kepedulian kita bersama terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya. (Ady)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan