Jawapes, PACITAN - Bupati Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi perkembangan seni tradisi ronthek gugah sahur yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun. Tradisi khas daerah tersebut dinilai mampu memberikan warna sekaligus hiburan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Indrata Nur Bayuaji saat melaksanakan agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Setroketipo, Desa Nanggungan, Kecamatan Pacitan, Selasa (24/2/2026).
Menurut Bupati, seni ronthek gugah sahur merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Pacitan yang memiliki nilai budaya tinggi. Jika dikelola dengan baik dan terus dijaga kualitasnya, tradisi ini dapat menjadi identitas daerah sekaligus mengangkat nama Pacitan di tingkat yang lebih luas.
“Jika kesenian tradisi ini bisa terus dijaga dan dibuat semakin baik justru akan mengangkat nama Pacitan,” ungkapnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga dan mengawal tradisi ronthek agar tetap berjalan tertib, berkualitas, serta membawa dampak positif. Ia menekankan pentingnya perbaikan dari waktu ke waktu, terutama terhadap hal-hal yang sebelumnya dinilai kurang baik.
Desa Nanggungan sendiri diketahui memiliki kelompok ronthek yang cukup besar dan aktif. Keberadaan kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan seni ronthek gugah sahur dari masa ke masa.
“Mari sama-sama kita jaga. Kalau dulu masih ada hal-hal yang kurang baik mari ke depan kita perbaiki sehingga semakin baik,” pungkasnya.
Safari Ramadan 1447 H ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam melestarikan seni budaya lokal. (Not)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments