Babinsa Wonoayu Kawal Tebu, Semangat Swasembada Gula Menguat


Jawapes, SIDOARJO – Upaya mendukung Program Swasembada Gula Nasional Tahun 2026 terus digelorakan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di lahan tebu Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (23/2/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas gula.

Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sekaligus mengevaluasi bantuan bibit tebu tahap pertama yang telah disalurkan kepada petani. Langkah ini juga menjadi bagian dari percepatan hilirisasi perkebunan tebu guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ria selaku Koordinator PPL Kecamatan Wonoayu beserta jajaran, Yasin sebagai petani tebu penerima program, Fajar dari Dinas Pertanian Kabupaten, Rasidin dari PG Candi, Pelda Hanafi dari Koramil Wonoayu, serta Pelda Anjar selaku Babinsa.

Kegiatan diawali dengan koordinasi di lokasi lahan tebu Desa Lambangan. Selanjutnya pada pukul 09.00 WIB dilaksanakan monitoring langsung terhadap bibit tebu yang telah ditanam di lahan milik Bapak Yasin. Tim melakukan pengecekan kualitas bibit, kondisi tanah, serta metode tanam yang diterapkan. Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke lahan tebu di Desa Wonokalang untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

Dalam pendapat pelapor disampaikan bahwa sosialisasi dan identifikasi CPCL Program Swasembada Gula Nasional Tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian target produksi gula nasional. Melalui program ini, dilakukan pendataan petani dan lahan yang potensial, peremajaan tanaman tebu (bongkar ratoon), serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pabrik gula agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan.

Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu, Pelda Hanafi bersama Pelda Anjar, menyampaikan keterangan dan pandangan secara jelas serta komprehensif. Mereka menegaskan bahwa pendampingan di sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program strategis nasional.

Pelda Hanafi menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada gula tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada semangat kolaborasi dan kedisiplinan dalam pelaksanaan di lapangan. “Kami hadir untuk memastikan program berjalan sesuai prosedur, mendukung petani, serta menjaga sinergi antar instansi. Harapannya, produksi tebu meningkat dan kesejahteraan petani semakin terangkat,” tuturnya.

Sementara itu, Pelda Anjar menambahkan bahwa monitoring secara berkala sangat penting untuk mendeteksi kendala sedini mungkin, sehingga solusi dapat segera diberikan. Komunikasi yang baik antara petani, PPL, dinas pertanian, dan pihak pabrik gula menjadi kunci keberhasilan program ini.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Dengan adanya pengawalan dan evaluasi secara langsung, diharapkan Program Swasembada Gula Nasional Tahun 2026 dapat berjalan optimal, mendorong peningkatan produksi gula, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani tebu di wilayah Wonoayu dan sekitarnya.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan