Jawapes Jambi – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Ulama kharismatik dan guru umat, Abuya KH. Mulyadi Mawahib Al-Bantany, wafat pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 20.48 WIB di RSUD Ciawi. Jenazah almarhum selanjutnya dibawa ke rumah duka di Ciawi.
Atas wafatnya tokoh sentral dunia pesantren tersebut, Sultan Melayu Jambi Darul Haq, Sayyid Fuad bin Abdurrahman Baraqbah, menyampaikan dukacita mendalam dan menegaskan bahwa kepergian Abuya merupakan kehilangan besar bagi umat Islam.
“Perginya beliau ibarat pelita yang padam dan payung tempat berteduh yang terangkat. Namun warisan ilmu, adab, dan amal jariyahnya akan terus hidup di tengah umat,” ujar Sultan Melayu Jambi, Kamis (22/1/2026).
Duka cita juga disampaikan SMPS Teuku H. Badruddin Syah. Menurutnya, wafatnya Abuya adalah panggilan Ilahi yang penuh kemuliaan.
“Allah dan Rasul-Nya rindu dengan beliau dan memanggilnya kembali. Abuya mengabdikan hidupnya untuk ilmu, umat, dan akhlak. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi umat, sekaligus kemuliaan bagi beliau,” ujar Teuku H. Badruddin Syah.
Sultan Melayu Jambi mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Abuya KH. Mulyadi Mawahib Al-Bantany, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih. Kepada keluarga dan para santri yang ditinggalkan, disampaikan doa agar diberi kesabaran dan keikhlasan, Al-Fatihah. (Hja)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments