Inovasi Luar Biasa Durian Jamaah, Satu Pohon Hasilkan 15 Varian Jenis Rasa


Jawapes, BANJARNEGARA - Durian adalah komoditas unggulan di Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara. Inovasi percepatan produksi dan mutu tanaman durian dengan cara top working ini sudah dilakukan sejak tahun 2011 silam oleh Triyono, salah satu petani durian yang tergabung dalam Komunitas Rupa Duri (Asosiasi Petani Durian se-Kabupaten Banjarnegara), di Dukuh Siweru, Desa Gembongan.

Triyono, menceritakan awalnya banyak pohon durian yang tidak berbuah bagus di kebunnya. Produksinya sedikit, kecil dan harga jual murah. Kemudian dia mulai berinisiasi menggunakan sistem top working sebagai upaya perbaikan kualitas tanaman durian.

Durian Jamaah, dia menjelaskan, top working intinya adalah menyambungkan batang bawah dengan batang atas dengan cara okulasi atau peremajaan tanaman tanpa harus menebang pohon, sehingga tidak memerlukan bibit baru.

“Dengan sistem top working ini satu pohon durian bisa berbuah dengan beberapa varietas berbeda. Bahkan satu pohon bisa menghasilkan 15 jenis buah durian, yang tentu berdampak pesat terhadap sisi produktifitas buah serta penghasilan yang didapat” ucap dia, melalui keterangannya, Rabu (21/1/2026).

“Dulu satu pohon kalau dijual dapat empat sampai lima juta rupiah. Tetapi sejak menggunakan top working, saat ini satu pohon bisa berbuah lebih banyak dan menghasilkan sekitar Rp150 juta rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengatakan, saat berkesempatan melihat langsung lokasi tanaman durian yang menggunakan sistem top working dan sekaligus mencicipi langsung cita rasa durian yang langsung dipetik dari pohonnya.

“Luar biasa, pohon durian ini memiliki keistimewaan, dengan satu pohon yang bisa menghasilkan 15 varian rasa durian unggul.”

“Sistem ini bisa terus dikembangkan, terlebih Banjarnegara merupakan satu kabupaten yang memiliki banyak varian durian. Tentu saja ini bisa menjadi ikon bagi Banjarnegara,” katanya.

Bupati berharap, model ini dapat terus dikembangkan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani durian. “Ini unik, satu pohon bisa menghasilkan rasa dan tekstur yang beragam, termasuk warna buahnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Firman Sapta Adi S P.t menjelaskan bahwa top working ini adalah inovasi yang ternyata bisa menghasilkan buah durian dengan cepat dan mendapatkan cita rasa yang lebih enak dari durian asalnya yaitu Musangking dari Malaysia.

Dia menilai, “pengembangan dengan cara top working ini juga akan dilakukan ke wilayah lain, termasuk nantinya bisa mendukung terwujudnya keberhasilan petani durian di Banjarnegara.” jelasnya.(Egy Wardoyo)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan