Jawapes, SIDOARJO – Lantunan sholawat dan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu di SDN Keboansikep 1, Gedangan, Sidoarjo. Pada Kamis pagi (15/1/2026), suasana sekolah yang biasanya riuh dengan aktivitas belajar mengajar berubah menjadi khidmat saat seluruh warga sekolah bersatu dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
Acara yang dipusatkan di Jl. Raya Sukodono No. 3 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadiran sosok Kopka Lutfi Adim, Babinsa Koramil 0816/17 Gedangan, di tengah-tengah kerumunan siswa memberikan warna tersendiri. Mengenakan seragam loreng kebanggaannya, ia tampak membaur hangat dengan para guru, wali murid, dan sekitar 100 siswa, menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir untuk urusan keamanan, tetapi juga peduli pada fondasi moral generasi penerus bangsa.
Kepala Sekolah SDN Keboansikep 1, Yayuk Ernawati, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Isra Mi’raj adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali pentingnya kedisiplinan dan kejujuran yang dicontohkan oleh Rasulullah. Hal ini diamini oleh Ustad Zamzam yang hadir sebagai penceramah.
Dalam tausiahnya yang komunikatif, Ustad Zamzam mengajak para siswa untuk meresapi makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Beliau menekankan bahwa perintah salat lima waktu adalah kunci utama dalam membentuk adab dan rasa hormat kepada orang tua serta guru. Suasana mencapai puncak kekhusyukan saat penampilan Mahallul Qiyam, di mana seluruh hadirin berdiri memberikan penghormatan kepada Baginda Nabi.
Di sela-sela acara, Kopka Lutfi Adim mengungkapkan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan karakter berbasis agama sejak usia dini. "Kami ingin adik-adik di SDN Keboansikep 1 tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan akhlak yang mulia. Peringatan Isra Mi'raj ini adalah sarana strategis untuk menyemai benih-benih kebaikan tersebut. Jika sejak dini mereka sudah mencintai Rasulullah dan menjaga salatnya, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tanggung jawab dan disiplin," ujar Kopka Lutfi dengan nada kebapakan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat kewilayahan, tenaga pendidik, dan orang tua adalah "segitiga emas" yang menentukan masa depan anak-anak. Kehadiran Babinsa di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi figur teladan bagi siswa.
Acara yang dihadiri pula oleh tokoh masyarakat setempat, seperti Bapak Prasetiyo (Ketua RW 01) dan Bapak Samsul Hadi (Ketua RT 05), ditutup dengan doa bersama. Harapan besar tersemat agar SDN Keboansikep 1 terus menjadi ladang ilmu yang berkah, mencetak generasi yang tidak hanya berilmu tinggi, tetapi juga rendah hati dan berbakti pada negeri.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments