Teror Pinjol Ilegal, Jangan Ragu Laporkan ke Polisi




Jawapes Semarang - Penggrebekan yang dilakukan Polri serta penetapan sejumlah tersangka pinjaman online ilegal, tak membuat pelaku jera. Berdasarkan pantauan, masyarakat masih banyak yang menerima tawaran pinjaman online lewat aplikasi WhatsApp dan SMS.

Terkait dengan hal ini, Kapolda Jawa Tengah melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menghimbau masyarakat agar berhati-hati. Polda Jateng meminta masyarakat tidak menanggapi pesan whatsapp atau SMS yang berisi tawaran pinjaman online, Kamis (21/10/2021).

"Tidak usah direspon karena bisa dipastikan itu pinjol ilegal, tapi apabila sudah terlanjur terjebak dengan tawaran mereka silahkan melapor ke Kantor Polisi terdekat," tegasnya.

Ditkrimsus Polda Jateng sendiri membuka Website pelaporan di www.reskrimsus.jateng.polri.go.id, sedangkan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng membuka Hotline di 024 8413 544, terang M Iqbal.

Kombes Iqbal  menambahkan, bahwa beberapa korban terjebak pada transfer kosong dari pinjol ilegal kemudian pelaku pinjol ilegal mengaku sudah mengirim sejumlah uang ke korban tapi setelah dicek saldo ternyata kosong.

"Kasus seperti ini terjadi pada ER merupakan warga Semarang yang mengaku ditelepon pinjol dan ditransfer sejumlah Rp. 2,3 juta tapi ternyata kosong," jelasnya.

Setelah itu, teror pinjol ilegal dimulai dan sejumlah penagihan secara kasar dengan ancaman untuk mempermalukan korban ke seluruh kontak teleponnya dan meng-upload konten porno dilancarkan.

"Karena teror kasar dan merasa tertipu, ER melaporkan kasus ini ke Polda Jateng. Setelah di dalami Ditreskrimsus, akhirnya jaringan pelakunya terendus dan ditangkap di Yogyakarta. Kasus ini sudah digelar pada Selasa (19/10) yang lalu," tambah Kabidhumas.

Tambah Kombes Iqbal, teror pinjol ilegal menargetkan tekanan psikologis pada korbannya. Korban akan dipermalukan sehingga harus membayar agar aibnya tak dibuka bahkan cerita tragis terjadi, dimana korban akhirnya bunuh diri.

"Seperti kasus pada awal Oktober lalu, seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38) warga Wonogiri Jawa Tengah meninggal akibat bunuh diri dan diduga nekat mengakhiri hidupnya usai tak tahan diteror penagih hutang dari pinjaman online ilegal," ungkapnya.

Kabidhumas menjelaskan, kasus ini cukup menggambarkan bahwa teror penagih hutang pinjol sangat sadis dan tidak ragu menggunakan berbagai cara untuk memeras korbannya. Untuk itu, Kabidhumas mengulangi pesannya agar masyarakat tak ragu melaporkan teror pinjol ke kepolisian terdekat.

"Aturan hukum terkait pinjol ilegal sudah jelas. Polisi akan memberantas kejahatan jenis ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat, untuk itu jangan ragu agar melaporkan ke Polisi," imbaunya.
(Krw/J-teng)

kali berita ini telah dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan