Panen Sawi Bersama Petani, Babinsa Krembung Perkuat Semangat Ketahanan Pangan


Jawapes, SIDOARJO – Kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan panen sayur sawi di Desa Cangkring, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/10/2026). Babinsa Koramil 0816/07 Krembung, Peltu (K) Wahyu, turut hadir bersama petani dalam kegiatan panen tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di wilayah.

Panen sawi tidak sekadar menjadi aktivitas untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi gambaran nyata tentang kerja keras petani dalam mengelola lahan secara produktif. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang dekat serta memberikan motivasi agar masyarakat terus mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki.

Dengan suasana penuh keakraban, Peltu (K) Wahyu bersama petani terlibat dalam proses panen. Satu per satu tanaman sawi yang telah memasuki masa panen dicabut dan dikumpulkan. Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk berdialog secara langsung mengenai kondisi tanaman, hasil produksi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam mengelola lahan pertanian.

Peltu (K) Wahyu mengatakan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari kepedulian Babinsa terhadap kehidupan masyarakat di wilayah binaannya. Menurutnya, pertanian memiliki posisi strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. “Panen bersama petani seperti ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung hasil dari proses budidaya yang telah dilakukan. Di balik setiap hasil panen terdapat ketekunan, kesabaran, dan kerja keras petani yang patut kita apresiasi,” ujar Peltu (K) Wahyu.

Ia menambahkan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh konsistensi dalam merawat tanaman, pemanfaatan lahan secara optimal, serta kemampuan petani beradaptasi terhadap berbagai kondisi di lapangan. “Ketahanan pangan pada dasarnya dimulai dari hal-hal sederhana di tingkat desa. Ketika lahan produktif dapat dimanfaatkan dengan baik dan petani mampu menghasilkan pangan secara berkelanjutan, maka secara tidak langsung kita telah ikut memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Peltu (K) Wahyu, sinergi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta aparat kewilayahan perlu terus dibangun. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang produktif, adaptif, dan memiliki keberlanjutan. “Kami akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga dalam kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Petani membutuhkan dukungan moral, komunikasi, dan semangat agar produktivitas pertanian dapat terus berkembang,” tuturnya.

Selain memberikan motivasi, kehadiran Babinsa dalam kegiatan panen juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional dengan masyarakat. Interaksi yang berlangsung secara informal membuat komunikasi antara Babinsa dan petani menjadi lebih terbuka, sehingga berbagai aspirasi maupun kendala di lapangan dapat disampaikan secara langsung.

Panen sawi di Desa Cangkring tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui kolaborasi dan kepedulian bersama. Dari lahan pertanian yang dikelola dengan tekun, tumbuh harapan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendampingan yang berkesinambungan, Babinsa Koramil 0816/07 Krembung berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan potensi wilayah secara optimal. Semangat tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian masyarakat sekaligus menjaga produktivitas pertanian agar tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan warga.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan