Jawapes, SIDOARJO – Pembentukan karakter generasi muda menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Upacara Pembukaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) jenjang pendidikan menengah yang digelar di SMAN 4 Sidoarjo, Sabtu (10/10/2026).
Upacara tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0816/Sidoarjo, Mayor Inf Sumarsono. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pembinaan KKRI bagi para pelajar, sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak dini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0816/Sidoarjo Mayor Inf Sumarsono, perwakilan Danramil jajaran Kodim 0816/Sidoarjo, perwakilan Kapolsekta Sidoarjo, AKP Aris, pembina Pramuka SMAN 4 Sidoarjo, serta para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) KKRI.
Rangkaian upacara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai wujud penghormatan terhadap bangsa dan negara serta peneguhan semangat persatuan. Suasana khidmat menyertai jalannya upacara yang diikuti para peserta dengan penuh semangat.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta KKRI oleh inspektur upacara kepada perwakilan peserta. Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan pembinaan para kadet dalam mengembangkan kedisiplinan, ketangguhan mental, jiwa kebersamaan, serta rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Dalam amanatnya, Mayor Inf Sumarsono menegaskan bahwa pembinaan KKRI bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun aktivitas kedisiplinan semata. Lebih dari itu, program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki kepribadian yang kuat, wawasan kebangsaan yang luas, serta kemampuan untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Ia berharap para peserta KKRI mampu menjadi pelopor dalam menebarkan semangat persatuan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Para pelajar juga diharapkan dapat menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi toleransi, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa pada masa mendatang. Oleh karena itu, pembentukan karakter perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui pendidikan, pembinaan mental, penanaman nilai kebangsaan, dan pembiasaan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap melalui pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia ini akan lahir kader-kader muda yang mampu menjadi pelopor di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Jadilah generasi yang memberikan teladan dalam menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, serta berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Mayor Inf Sumarsono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, dan kepemimpinan merupakan nilai-nilai penting yang harus ditumbuhkan dalam diri setiap peserta. Nilai tersebut tidak cukup dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam kegiatan belajar, interaksi sosial, maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan kepada orang lain, tetapi juga menyangkut keteladanan, kejujuran, keberanian mengambil keputusan, serta kesediaan bertanggung jawab atas setiap tindakan. Karena itu, melalui pembinaan KKRI, para pelajar diharapkan belajar menghargai proses, bekerja sama dalam tim, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Dalam konteks pembangunan nasional, Mayor Inf Sumarsono menilai bahwa generasi muda yang unggul harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan karakter kebangsaan. Bekal tersebut diperlukan agar para pelajar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Pembinaan KKRI di lingkungan pendidikan menengah juga diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta meningkatkan kepercayaan diri. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, para peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan.
“Melalui kegiatan pembinaan KKRI Kodim 0816/Sidoarjo ini, saya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Lebih dari itu, semoga kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan dalam mewujudkan Indonesia Emas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan membentuk generasi penerus bangsa membutuhkan dukungan bersama antara TNI, pihak sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang pembinaan yang positif sehingga para pelajar dapat tumbuh dengan nilai kedisiplinan, semangat persatuan, dan kepedulian sosial yang kuat.
Upacara pembukaan KKRI di SMAN 4 Sidoarjo ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan TNI dalam mendukung pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh semangat kebangsaan yang tidak hanya tercermin dalam sikap selama mengikuti pelatihan, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berakhirnya amanat inspektur upacara, kegiatan pembukaan KKRI jenjang pendidikan menengah di SMAN 4 Sidoarjo selesai dilaksanakan. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Melalui pembinaan KKRI, Kodim 0816/Sidoarjo berharap dapat turut berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang berjiwa nasionalis, menjunjung tinggi persatuan, serta memiliki kesiapan mental dan karakter untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments