Bantuan Seragam Gratis Lumajang Dipertanyakan: Anggaran Rp4,7 Miliar, Siswa Belum Terima Hingga awal Oktober

                      Foto : Ilustrasi 

Jawapes Lumajang - Program bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP negeri di Kabupaten Lumajang senilai Rp4,7 miliar dipertanyakan. Pasalnya, hingga akhir September 2026 memasuki Oktober, ribuan siswa penerima manfaat belum juga menerima seragam yang dijanjikan.

Kondisi ini membuat mayoritas orang tua akhirnya terpaksa membeli seragam sendiri di pasaran demi kelangsungan kegiatan belajar anak.

Padahal, Pemkab Lumajang telah menegaskan larangan bagi sekolah untuk mewajibkan orang tua membeli seragam baru selama program ini berjalan.

Lalu, untuk siapa bantuan itu jika siswa sudah terlanjur membeli? Apakah tidak menjadi pemborosan anggaran APBD?

Berdasarkan data dari halaman resmi Pemkab Lumajang, pengadaan bantuan seragam ini dilakukan melalui e-Purchasing di e-Katalog Versi 6. Metode ini dipilih untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha menayangkan produk sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Paket pengadaan tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp4.754.342.906,88 yang bersumber dari APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2026. Pengadaan meliputi penyediaan kain seragam untuk siswa SD dan SMP, terdiri atas kain seragam putih-merah, pramuka, putih-biru, serta pramuka SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Patria, menjelaskan keterlambatan ini terjadi karena kain seragam masih dalam tahap uji laboratorium.

"Proses pengadaan masih tertahan di tahap uji lab guna memastikan kualitas kain seragam sesuai standar sebelum dibagikan ke siswa," jelasnya.

Meski begitu, penjelasan tersebut belum menjawab kegelisahan wali murid. Tahun ajaran baru 2026/2027 telah berjalan lebih dari tiga bulan, namun seragam yang disebut gratis itu tak kunjung datang.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sebelumnya juga mengimbau agar orang tua siswa baru tingkat SD dan SMP negeri tetap bersabar dan tidak terburu-buru membeli seragam sendiri, karena program senilai Rp4,9 miliar ini dipastikan tetap berjalan.

Namun imbauan tersebut bertolak belakang dengan realita di lapangan. Siswa tetap membutuhkan seragam untuk sekolah setiap hari, sehingga membeli menjadi pilihan yang tak terhindarkan.

Kini publik menunggu kejelasan, kapan seragam gratis itu benar-benar dibagikan? Jika mayoritas sudah membeli, apakah bantuan yang telah dianggarkan melalui APBD tersebut masih relevan, atau justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian tanggal distribusi seragam gratis tersebut kepada siswa penerima manfaat, berita di kutip beritanasional.ID.

(Eko/RHim)
Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan