Jawapes, SIDOARJO – Tiga rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi perawatan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin, setelah mereka diduga mengalami gangguan kesehatan usai menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri yang menjalani perawatan mendapat pelayanan medis. Ia juga turun langsung memantau kondisi mereka di sejumlah rumah sakit, Selasa (1/9/2026).
Menurut Subandi, kondisi para santri secara umum terus menunjukkan perkembangan. Santri yang sudah dinyatakan membaik mulai diperbolehkan pulang, sedangkan pasien yang masih membutuhkan observasi tetap menjalani perawatan.
“Semua anak-anak kita yang ada di rumah sakit sudah tertangani semua,” kata Subandi saat melakukan pengecekan.
Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga membantah informasi mengenai adanya santri yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Ia meminta masyarakat maupun orang tua santri tidak mempercayai kabar yang belum diketahui kebenarannya.
“Ada berita yang mengatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” tegasnya.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah santri yang mendapat perawatan paling banyak berada di RSUD RT Notopuro. Sekitar 249 santri tercatat menjalani penanganan di rumah sakit tersebut. Data itu masih terus diperbarui mengikuti proses pendataan dan perkembangan kondisi pasien.
Subandi menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan secara langsung untuk memastikan seluruh kebutuhan medis santri terpenuhi.
“Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini. Kita kontrol semuanya, sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.
Perawatan juga dilakukan di RSI Siti Hajar. Sekitar 58 santri tercatat mendapat penanganan di rumah sakit tersebut. Subandi menyampaikan, kondisi mereka relatif baik dan keluhan yang dialami mayoritas berupa diare.
“Di Rumah Sakit Siti Hajar kurang lebih ada sekitar 58, juga tertangani dengan baik. Karena prosesnya tadi cepat, sementara hanya diare. Diare hari ini juga sudah turun semua,” jelasnya.
Sementara itu, sekitar 15 santri lainnya dirawat di RS Delta Surya. Kondisi para santri di rumah sakit tersebut disebut relatif ringan.
“Kalau di Delta Surya enggak banyak, sekitar kurang lebih 15-an. Cuma di sana hanya ringan saja,” katanya.
Pemkab Sidoarjo memastikan pemantauan terhadap kondisi para santri akan terus dilakukan. Subandi meminta orang tua dan wali santri tidak berlebihan dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama kabar yang belum terkonfirmasi.
“Saya mengimbau Bapak/Wali santri semuanya enggak usah ada kekhawatiran. Kita sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan dalam pelayanan,” ucapnya.
Subandi juga menegaskan santri tidak akan dipulangkan sebelum kondisi kesehatannya dinyatakan cukup baik oleh tenaga medis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara optimal.
“Sampai anak ini selesai semuanya, baru kita berikan pulang. Jadi enggak usah ada kekhawatiran,” pungkasnya.(*)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments