Kenalkan Pajak Sejak Dini, Kanwil DJP Jatim II Ajak Siswa Jadi Generasi Sadar Pajak


Jawapes, SIDOARJO – Antusiasme dan rasa ingin tahu siswa mewarnai kegiatan Pajak Bertutur 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II (Kanwil DJP Jatim II) di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Kamis (3/9/2026). 

Tidak hanya menyimak materi mengenai pajak, para siswa juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai pembangunan jalan, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga kemungkinan adanya negara yang tidak mengenakan pajak.

Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesadaran pajak kepada generasi muda sejak dini. Tema tersebut menggambarkan pajak sebagai penggerak pembangunan bangsa, sementara generasi juara diharapkan menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi Indonesia. 

Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Arridel Mindra mengajak para siswa memahami bahwa pajak merupakan bentuk gotong royong masyarakat dalam membiayai pembangunan. 

Saat ditanya mengenai manfaat pajak, salah seorang siswa mampu menjelaskan bahwa pajak diatur dalam Pasal 23A UUD 1945 dan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan negara, antara lain pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bersama.

“Pajak adalah bentuk gotong royong dalam membiayai pembangunan. Ada pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mungkin seluruhnya disediakan oleh sektor swasta sehingga diperlukan kontribusi bersama melalui pajak,” jelas Arridel.

Arridel juga menjelaskan bahwa masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar memberikan kontribusi pajak lebih besar, yang selanjutnya dikumpulkan untuk membiayai berbagai keperluan negara dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.

Siswa Aktif Bertanya

Materi perpajakan disampaikan dengan cara yang ringan dan sesuai dengan usia siswa. Untuk jenjang SMP, materi difokuskan pada pengenalan dasar serta manfaat pajak. 

Gisella Ayu Pradipta atau biasa dipanggil Gisela, Penyuluh Pajak Ahli Muda, mengibaratkan pajak seperti air bagi tubuh manusia. Sebagaimana air menjadi kebutuhan penting bagi tubuh, pajak sebagai sumber penerimaan dominan juga diperlukan negara untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat.

Gisela juga mengenalkan istilah free rider, yaitu mereka yang telah memiliki kewajiban membayar pajak tetapi tidak berkontribusi, namun tetap menikmati manfaat pembangunan. 

Penjelasan tersebut kemudian memancing rasa ingin tahu para siswa.Tian, siswa kelas 8, mempertanyakan mengapa masih ada jalan yang rusak jika pajak digunakan untuk pembangunan jalan. Sementara Abi, siswa kelas 9, menyoroti efektivitas penggunaan APBN dan pemerataan pembangunan hingga daerah-daerah terpencil, sekaligus berharap pengelolaan keuangan negara terbebas dari korupsi. Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan tumbuhnya kepedulian siswa terhadap hubungan antara pajak, pembangunan, dan pengelolaan negara. Pengenalan pajak sejak dini diharapkan membentuk generasi yang tidak hanya memahami kewajibannya kelak sebagai pembayar pajak, tetapi juga peduli terhadap pembangunan dan penggunaan penerimaan negara.

Pertanyaan menarik lainnya datang dari Ben Joshua, siswa kelas 8, yang menanyakan apakah ada negara yang tidak menggunakan pajak. Gisela menjelaskan bahwa pajak masih menjadi sumber penerimaan yang dominan bagi negara, di samping sumber penerimaan lainnya sepertiPenerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam APBN.

Menutup sesi, Nixon, siswa kelas 9, mengajak teman-temannya untuk bersemangat menjadi generasi masa depan yang sukses dan kelak dapat berkontribusi melalui pajak dalam pembangunan Indonesia.

Momentum Istimewa bagi Sekolah

Kegiatan Pajak Bertutur 2026 juga menjadi momentum istimewa bagi SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo. Tanggal 3 September merupakan hari ulang tahun Yayasan Pembangunan Jaya sekaligus hari ulang tahun Sekolah Pembangunan Jaya.

Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Dewi Masyithoh, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kanwil DJP Jawa Timur II yang telah memilih sekolahnya sebagai tempat penyelenggaraan Pajak Bertutur 2026.

Menurut Dewi, pengenalan pajak sejak dini penting dilakukan karena pajak yang dikumpulkan negara digunakan untuk membangun dan membiayai berbagai fasilitas yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat.

Program Pajak Bertutur merupakan bagian dari Inklusi Kesadaran Pajak, yang bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai kesadaran pajak dalam pendidikan secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan serta membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter. 

Melalui Pajak Bertutur 2026, Kanwil DJP Jawa Timur II berharap pengenalan pajak tidak berhenti pada pengetahuan mengenai pajak, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.

Sejalan dengan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, satu hari mengenal pajak diharapkan menjadi awal tumbuhnya kesadaran pajak sepanjang hayat dan rasa bangga untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. 

Pada akhirnya, “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” bukan sekadar tema Pajak Bertutur 2026, tetapi juga menjadi semangat untuk menyiapkan generasi muda yang memahami bahwa kontribusi melalui pajak merupakan bagian dari gotong royong dalam membangun Indonesia.

Informasi perpajakan terkini lainnya dapat dilihat di laman landas www.pajak.go.id.

(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan