Dandim 0816 Dampingi Menteri PPPA Tinjau Santri Terdampak Keracunan


Jawapes, SIDOARJO – Kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap kondisi para santri yang terdampak dugaan kejadian keracunan massal kembali ditunjukkan melalui kunjungan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ke Yayasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan para santri sekaligus memperoleh gambaran mengenai penanganan setelah sejumlah santri mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setibanya di lokasi, rombongan Menteri PPPA dan Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan bersama Forkopimda Sidoarjo disambut Forkopimka Tanggulangin. Rombongan kemudian menuju kediaman Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam untuk mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai kondisi para santri dan kronologi kejadian.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Wahid selaku Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah serta seluruh pihak yang datang untuk membantu penanganan para santri. Menurut penjelasan pengasuh pondok, setelah para santri melaksanakan salat Ashar, mulai muncul sejumlah keluhan kesehatan, terutama mual dan kondisi tubuh yang kurang sehat. Keluhan tersebut kemudian semakin meningkat. Para santri yang mengalami keluhan selanjutnya mulai mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan dengan dukungan ambulans.

Dalam penanganan kondisi tersebut, pihak pondok bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, rumah sakit, relawan, serta berbagai unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan dan pemantauan terhadap kondisi para santri. Selain penanganan medis, pihak pondok juga memberikan edukasi kepada keluarga dan wali santri agar terus memantau kondisi kesehatan anak-anak mereka. Apabila terdapat keluhan atau gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan, para santri diimbau segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.

Gus Wahid juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur yang telah bergerak cepat membantu para santri. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pihak rumah sakit, pondok pesantren, keluarga, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi tersebut. Pihak Ponpes Manbaul Hikam berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama sehingga pelaksanaan program MBG ke depan semakin baik, aman, higienis, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi para santri dan seluruh penerima manfaat.

Setelah menerima penjelasan dari pihak pondok, Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan kemudian melaksanakan konferensi pers bersama awak media. Penyampaian informasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi terkini serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.

Selanjutnya, Menteri PPPA bersama Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan dan Forkopimda Sidoarjo meninjau langsung lokasi sekolah MA Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan pendidikan serta memperoleh gambaran secara langsung mengenai situasi di lokasi. Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan kejadian tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan, keamanan, kenyamanan, dan pemenuhan hak anak selama proses pemulihan.

Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodim 0816/Sidoarjo, akan terus mendukung setiap upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk para santri yang terdampak kejadian tersebut. 

“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama untuk memastikan para santri mendapatkan perhatian, penanganan, serta pendampingan yang diperlukan. Yang paling utama adalah keselamatan dan kondisi kesehatan mereka,” ujar Dandim.

Menurutnya, situasi seperti ini membutuhkan kerja sama yang solid, komunikasi yang terbuka, serta langkah penanganan yang terkoordinasi. TNI bersama Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pihak pondok pesantren, dan seluruh unsur terkait harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu memastikan masyarakat, khususnya anak-anak dan para santri, memperoleh rasa aman serta pelayanan yang optimal. 

“Kami menghargai langkah cepat seluruh pihak yang sejak awal telah membantu proses evakuasi, pemeriksaan, hingga pemantauan kesehatan para santri. Sinergi seperti ini harus terus dipertahankan agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur,” lanjut Letkol Inf Abraham.

Dandim juga mengimbau kepada para santri, pengasuh pondok, orang tua, dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. “Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketenangan. Informasi yang berkembang hendaknya disikapi secara bijak dan mengacu pada keterangan resmi dari pihak yang berwenang. Apabila ada santri yang masih merasakan keluhan kesehatan, segera laporkan dan periksakan kepada tenaga medis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Abraham menilai bahwa kejadian tersebut perlu menjadi evaluasi bersama agar pelaksanaan program pemberian makanan kepada anak-anak dan santri dapat terus ditingkatkan dari berbagai aspek, mulai dari pengolahan, distribusi, penyimpanan, hingga pengawasan makanan sebelum dikonsumsi. 

“Kami berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan evaluasi. Program yang bertujuan memberikan manfaat kepada anak-anak tentu harus dilaksanakan dengan standar keamanan dan kualitas yang sebaik mungkin. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan makanan yang diterima dan dikonsumsi dalam kondisi aman,” ungkapnya.

Dandim menambahkan, Kodim 0816/Sidoarjo bersama jajaran Koramil akan senantiasa siap membantu pemerintah daerah dalam setiap situasi yang membutuhkan dukungan di lapangan. “TNI akan selalu hadir bersama masyarakat. Kami siap membantu sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, baik dalam mendukung penanganan di lapangan maupun menjaga situasi agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.

Usai melaksanakan peninjauan, rombongan Menteri PPPA dan Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan bersama Forkopimda Sidoarjo kemudian meninggalkan Ponpes Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, untuk melanjutkan agenda menuju RSUD Notopuro, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Kehadiran para pejabat pemerintah dan unsur terkait di tengah situasi tersebut menjadi wujud nyata bahwa keselamatan, kesehatan, dan perlindungan anak menjadi perhatian bersama. Di tengah kekhawatiran yang dirasakan keluarga dan lingkungan pondok, sinergi seluruh pihak diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus memberikan rasa tenang bagi para santri dan orang tua.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan