Senja Kemerdekaan di Krembung, Merah Putih Diturunkan dengan Khidmat


Jawapes, SIDOARJO – Senja di Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, terasa berbeda pada Senin (17/8/2026). Ratusan peserta berdiri tegap menyaksikan Sang Merah Putih diturunkan dalam suasana penuh khidmat pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Desa Krembung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara tersebut diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai unsur masyarakat, dengan dominasi pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kecamatan Krembung.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapten Inf Darminto, S.H., Danramil 0816/07 Krembung, sedangkan Komandan Upacara Serma Candra Setiawan. Kehadiran para pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran semangat generasi muda dalam mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Seluruh peserta tampak berdiri tegap dan memberikan penghormatan. Suasana lapangan seketika menjadi hening. Tatapan para peserta tertuju kepada Sang Merah Putih yang perlahan turun dari tiang bendera. Prosesi tersebut bukan sekadar bagian dari tata upacara, tetapi menjadi pengingat akan perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Di balik kibaran Merah Putih terdapat perjuangan, pengorbanan, air mata, serta keberanian para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi masa depan bangsa.

Usai penurunan bendera, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Andhika Bhayangkari kemudian pembacaan doa. Doa bersama menjadi ungkapan syukur atas kemerdekaan sekaligus harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, dan kemakmuran.

Suasana kembali bergelora saat seluruh peserta menyanyikan lagu wajib nasional “Gebyar-Gebyar”. Lantunan lagu tersebut membangkitkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Usai pelaksanaan upacara, Kapten Inf Darminto, S.H., Danramil 0816/07 Krembung selaku Inspektur Upacara, menyampaikan bahwa prosesi penurunan Bendera Merah Putih memiliki makna yang mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, upacara tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus sarana untuk menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi penerus. 

“Penurunan Bendera Merah Putih menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Kemerdekaan diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” ujar Kapten Inf Darminto.

Ia menegaskan bahwa perjuangan generasi saat ini memiliki bentuk yang berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu para pejuang mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata, maka generasi sekarang dapat meneruskan perjuangan melalui pendidikan, pengabdian, prestasi, kerja keras, serta kepedulian terhadap sesama. 

“Bagi para pelajar, perjuangan dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, menghormati guru dan orang tua, membangun karakter yang baik, serta meraih prestasi. Bagi masyarakat, perjuangan dapat diwujudkan dengan menjaga kerukunan, membantu sesama, menaati aturan, dan berkontribusi bagi kemajuan lingkungan,” jelasnya.

Kapten Inf Darminto juga menekankan bahwa tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” harus menjadi semangat bersama yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kebersamaan seluruh elemen bangsa. Dari lingkungan keluarga, desa, sekolah, hingga masyarakat luas, mari kita bangun budaya gotong royong, saling menghormati, menjaga persatuan, dan mengedepankan kepentingan bersama,” tuturnya.

Danramil 0816/07 Krembung juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya para pelajar yang telah mengikuti upacara dengan penuh kedisiplinan. Menurutnya, keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memiliki arti penting karena generasi muda merupakan penerus estafet pembangunan bangsa. 

“Kehadiran para siswa dan siswi dalam upacara ini merupakan hal yang sangat positif. Mereka tidak hanya belajar tentang tata upacara, tetapi juga belajar menghargai simbol negara, memahami sejarah perjuangan bangsa, dan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air,” katanya.

Ia berharap semangat kebangsaan yang tumbuh dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti setelah rangkaian upacara selesai. Nilai-nilai persatuan, disiplin, gotong royong, dan patriotisme diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Mari kita jadikan peringatan kemerdekaan ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian. Jangan biarkan semangat kemerdekaan hanya hadir dalam upacara, tetapi mari kita wujudkan melalui tindakan nyata. Belajar dengan tekun, bekerja dengan ikhlas, menjaga lingkungan, membantu sesama, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Kecamatan Krembung akhirnya menjadi penutup yang sarat makna dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketika Sang Merah Putih kembali diturunkan dan disimpan dengan penuh penghormatan, bukan berarti semangat perjuangan turut berakhir. Justru, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan terus hidup dan tumbuh dalam diri setiap warga negara.

Merah Putih boleh turun dari tiang pada senja hari, tetapi semangat kemerdekaan harus tetap berkibar di hati.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan